Kamis, 30 Juli 2026

Syaikhul Islam -rahimahullah- mengatakan:"Kemiskinan cocok bagi banyak orang, sedangkan kekayaan hanya cocok bagi lebih sedikit orang.

Orang yg lapang kehidupannya tetap harus bersabar .. sebaliknya orang yg sempit kehidupannya tetap harus bersyukur.

Lapang dan sempitnya kehidupan, semuanya adalah ujian, bahkan ujian berupa lapangnya kehidupan lebih sulit dihadapi.

======

Syaikhul Islam -rahimahullah- mengatakan:

"Kemiskinan cocok bagi banyak orang, sedangkan kekayaan hanya cocok bagi lebih sedikit orang. 

Oleh karena itu, kebanyakan orang yang masuk surga adalah orang-orang miskin, karena ujian kemiskinan lebih ringan.

(Namun sebenarnya) kedua keadaan tersebut—kemiskinan dan kekayaan—sama-sama membutuhkan sabar dan syukur. 

Akan tetapi, karena dalam kelapangan terdapat kenikmatan, sedangkan dalam kesusahan terdapat penderitaan, maka penyebutan syukur menjadi lebih dikenal dalam keadaan lapang, dan penyebutan sabar lebih dikenal dalam keadaan susah .. ..

Maka, orang yang berada dalam kelapangan lebih membutuhkan syukur, sedangkan orang yang berada dalam kesusahan lebih membutuhkan sabar.

Sabar bagi orang yang berada dalam kesusahan itu wajib. Apabila ia meninggalkannya, ia berhak mendapatkan hukuman. Demikian pula syukur bagi orang yang berada dalam kelapangan.

Adapun orang yang berada dalam kelapangan, sabar baginya terkadang bersifat sunah, yaitu ketika ia menahan diri dari syahwat yg mubah. Dan terkadang sabar bersifat wajib baginya. Akan tetapi, karena ia telah menunaikan syukur, maka sebagian kekurangannya (dalam sabar) dapat diampuni.

Demikian pula orang yang berada dalam kesusahan. Syukur baginya terkadang bersifat sunah, yaitu rasa syukur yang dengannya ia masuk dlm golongan orang-orang yang terdepan dalam kebaikan dan didekatkan kepada Allah. Sedangkan kekurangannya dalam syukur, maka bisa jadi diampuni karena ia telah menunaikan sabar dengan baik. 

Sungguh berkumpulnya sabar dan syukur secara bersamaan (pada diri seseorang) merupakan perkara yang sulit bagi banyak orang".

[Majmu'ul Fatawa 14/305]
Ustadz DR musyaffa ad dariny MA
https://www.facebook.com/share/1D4xavZb1g/