Tidak Semua Orang Mampu Menghadapi Ujian Kekayaan
Ibnu Taimiyah rahimahullah:
“Kemiskinan lebih cocok bagi kebanyakan orang, sedangkan kekayaan hanya cocok bagi sedikit orang saja. Karena itu, orang-orang miskin lebih banyak masuk surga, sebab ujian kemiskinan pada umumnya lebih ringan daripada ujian kekayaan. Baik orang miskin maupun orang kaya sama-sama menghadapi ujian; yang satu dituntut untuk bersabar, sedangkan yang lain dituntut untuk bersyukur. Akan tetapi, karena keadaan kaya identik dengan kenikmatan, sedangkan keadaan miskin identik dengan kesulitan dan penderitaan, maka syukur lebih sering disebut dalam konteks kenikmatan, sedangkan sabar lebih sering disebut dalam konteks kesulitan.”