Minggu, 26 Juli 2026

Syaikh Ibnu Utsaimin (rahimahullah) membela dan mengakui kepakaran Syaikh Al-Albani, beliau berkata,

Syaikh Ibnu Utsaimin (rahimahullah) membela dan mengakui kepakaran Syaikh Al-Albani, beliau berkata,

"Barang siapa menuduh Syaikh Al-Albani sebagai penganut irja' (Murji'ah), maka ia telah keliru. Kemungkinan ia tidak mengenal Al-Albani, atau memang tidak memahami apa itu irja'.

Al-Albani adalah seorang ulama Ahlus Sunnah (rahimahullah) yang membela Sunnah. Beliau adalah imam dalam ilmu hadits. Sepanjang yang kami ketahui, pada zaman ini tidak ada seorang pun yang mampu menandinginya dalam bidang tersebut.

Namun, sebagian orang (semoga Allah melindungi kita) menyimpan kedengkian di dalam hatinya. Ketika melihat seseorang diterima dan dicintai umat, mereka berusaha menjatuhkannya dengan berbagai tuduhan. Sikap mereka seperti orang-orang munafik yang mencela kaum mukminin yang bersedekah dengan ikhlas.

Kami mengenal beliau melalui karya-karya tulisnya, dan saya juga mengenalnya karena beberapa kali duduk bersama beliau. Aqidahnya adalah aqidah Salaf, dan manhajnya lurus.

Akan tetapi, ada sebagian orang yang gemar mengafirkan hamba-hamba Allah tanpa dasar yang Allah jadikan sebagai sebab kekafiran. Lalu, ketika ada ulama yang tidak sependapat dengan pengafiran tersebut, mereka langsung menuduhnya sebagai Murji', sebuah tuduhan yang penuh kebohongan, kedustaan, dan fitnah.

Oleh karena itu, janganlah kalian mendengarkan tuduhan semacam ini, siapa pun yang mengucapkannya."

------

Pembelaan Syaikh Ibnu Utsaimin ini bukan sekadar pujian kepada Syaikh Al-Albani. Lebih dari itu, beliau merupakan teladan bagaimana ulama Ahlus Sunnah agar berusaha bersikap adil, saling membela kehormatan sesama ulama, dan menyikapi perselisihan dengan ilmu, bukan hawa nafsu.

✅ Beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik adalah:

🔸Mengakui keutamaan para ulama. 
Kesaksian Syaikh Ibnu Utsaimin bahwa tidak ada seorang pun pada zamannya yang mampu menandingi Al-Albani dalam ilmu hadits menunjukkan keluasan ilmu dan keadilan beliau. Orang yang benar-benar memahami ilmu akan mengetahui kedudukan para ahlinya.

🔸Membantah tuduhan irja'. 
Beliau menegaskan bahwa menuduh Al-Albani sebagai Murji' merupakan tuduhan yang lahir dari ketidaktahuan. Sebab, kitab-kitab dan fatwa-fatwa Al-Albani dengan jelas menegaskan bahwa amal merupakan bagian dari iman. Perbedaan yang terjadi hanyalah pada rincian beberapa masalah takfir yang menjadi titik tergelincirnya sebagian orang yang bersikap berlebihan.

🔸Peringatan terhadap sikap ghuluw dalam takfir. 
Pernyataan beliau ini mengungkap bahwa sebagian orang mudah mengafirkan kaum muslimin tanpa landasan yang benar. Ketika para ulama membantah sikap tersebut, mereka justru dilabeli sebagai Murji' untuk menjatuhkan wibawa mereka.

🔸Pentingnya tabayun dalam menilai seseorang.
Syaikh Ibnu Utsaimin mendasarkan penilaiannya pada dua hal yang kuat, yaitu beliau membaca karya-karya Al-Albani dan pernah bergaul langsung dengannya. Inilah metode ilmiah yang benar, bukan sekadar mengikuti kabar burung atau isu yang beredar.

🔸Menjaga kehormatan para ulama. 
Pernyataan beliau juga mengajarkan agar penuntut ilmu menjauhi hasad dan kedengkian, serta tidak mudah mencela ulama. Kehormatan para ulama harus dijaga, karena mereka adalah pewaris para nabi.

-------

(Sumber : Postingan dari pengawas umum situs Imam Al-Albani, Syaikh Muhammad Abdul Latif, dengan penyesuaian bahasa)