Surah An-Nur
Dinamakan Surah An-Nurkarena Allah Ta'ala menyebutkan kata *
"An-Nur" (cahaya) di dalamnya pada lebih dari satu tempat.
Surah yang mulia ini berbicara tentang 'iffah(menjaga kesucian diri), kesopanan/pakaian yang sopan, dan hijab. Sebagaimana surah ini juga berbicara tentang keharaman zina, keharaman melihat hal yang diharamkan, serta keharaman tabarruj (berhias/menampakkan aurat secara berlebihan) dengan perhiasan.
Syaikh Ibn 'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Jika engkau merenungkan surah ini, engkau akan mendapati sebutan 'cahaya' di dalamnya; seperti firman-Nya Ta'ala: {Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi} [An-Nur: 35], dan firman-Nya: {Barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah ia mempunyai cahaya sedikit pun} [An-Nur: 40]."
Dari sini menjadi jelas bagimu bahwa 'iffah (kesucian diri) merupakan salah satu sebab lahirnya cahaya di dalam hati, sedangkan lawan dari 'iffah—yaitu alfujur (kemaksiatan/kefasikan)—merupakan salah satu sebab kegelapan hati.
Oleh karena itu, pengaruh zina terhadap cahaya hati jauh lebih besar daripada dosa lainnya (baik zina kemaluan, tangan, maupun mata), sebagaimana pengaruh 'iffah terhadap cahaya hati jauh lebih kuat daripada amalan lainnya (1)
(1) Tafsir Surah An-Nur, karya Al-'Allamah Ibn 'Utsaimin, hlm. 15.