Senin, 27 Juli 2026

“Tidaklah seorang pelaku kejahatan menanggung selain akibat kejahatannya sendiri. Seorang ayah tidak menanggung atas anaknya, dan seorang anak tidak menanggung atas ayahnya.”

Hafshah pernah menyebut Shafiyyah -radhiyallahu 'anhuma- :
بِنْتُ يَهُودِيٍّ
“Anak perempuan seorang Yahudi.”

Shafiyyah menangis. Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- kemudian menghiburnya:

إِنَّكِ لَابْنَةُ نَبِيٍّ، وَإِنَّ عَمَّكِ لَنَبِيٌّ، وَإِنَّكِ لَتَحْتَ نَبِيٍّ، فَفِيمَ تَفْخَرُ عَلَيْكِ؟

“Sesungguhnya engkau keturunan seorang nabi, pamanmu seorang nabi, dan engkau menjadi istri seorang nabi. Lantas, dengan apa ia membanggakan diri terhadapmu?”

Kemudian beliau menegur Hafshah: “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah.” 

Riwayat at-Tirmidzi dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Albani.

Rasulullah juga bersabda ketika haji wada':

لَا يَجْنِي جَانٍ إِلَّا عَلَى نَفْسِهِ، لَا يَجْنِي وَالِدٌ عَلَى وَلَدِهِ، وَلَا مَوْلُودٌ عَلَى وَالِدِهِ

“Tidaklah seorang pelaku kejahatan menanggung selain akibat kejahatannya sendiri. Seorang ayah tidak menanggung atas anaknya, dan seorang anak tidak menanggung atas ayahnya.” 

Riwayat Ibnu Majah dan Ahmad, shahih.
Ustadz ristiyan ragil 
https://www.facebook.com/share/17pRyNdYJ1/