“Apabila seorang faqih telah memahami pendahuluan ini, yaitu pendahuluan kitab al-Inṣāf karya al-Mardāwī, bersama pendahuluan Ibnu Mufliḥ dalam al-Furū‘, pendahuluan al-Mardāwī untuk Taṣḥīḥ al-Furū‘, serta penutup Ibnu an-Najjār al-Futūḥī pada Syarḥ al-Muntahā, maka ia telah memiliki bekal (perangkat) untuk memahami mazhab, menempuh pintu masuk untuk meneliti dan men-tarjihkannya, serta mengetahui pendapat yang kuat (rājiḥ) dari yang lemah (marjūḥ).”
Ustadz muhammad saeful anwar