Di buku Buyuutush Shahaabah yang kami baca, letak Ahlus Shuffah mohon dibedakan dengan Dakkatul Aghawaat.
Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Ketika kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka‘bah yang mulia, Nabi ﷺ memerintahkan agar dibuat sebuah atap di dinding sebelah utara. Tempat inilah yang kemudian dikenal dengan nama Shuffah.”
Al-Ḥāfiẓh adz-Dzahabī (wafat 748 H) menjelaskan bahwa kiblat sebelum dipindahkan berada di arah utara masjid. Ketika kiblat dipindahkan, maka dinding bekas kiblat pertama itulah yang kemudian menjadi tempat Ahlus Shuffah.
Ibnu Ḥajar al-‘Asqalānī (wafat 852 H) juga berkata: “Shuffah adalah sebuah tempat di bagian belakang Masjid Nabawi yang diberi naungan, yang dipersiapkan sebagai tempat tinggal bagi para pendatang dan orang-orang asing yang tidak memiliki tempat tinggal dan tidak mempunyai keluarga.”
Keterangan-keterangan ini menunjukkan bahwa tempat yang dikenal dengan nama Shuffah pada masa Nabi ﷺ terletak di sisi utara masjid. Dengan kata lain, letaknya berada di sebelah barat Dakkatul Aghawāt yang ada sekarang. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Shuffah dibuat setelah pemindahan kiblat, dan diketahui bahwa pemindahan kiblat terjadi pada tahun kedua hijriah. Pada saat itu Nabi ﷺ memerintahkan agar dibuat atap pada dinding utara, yang kemudian menjadi bagian belakang masjid.
Ini berarti bahwa Shuffah berada pada dinding utara Masjid Nabawi sebelum perluasan pertama masjid. Diketahui pula bahwa Nabi ﷺ memperluas Masjid Nabawi pada tahun ketujuh hijriah. Dengan demikian, posisi dinding utara tersebut sejajar dengan tempat shalat menghadap Baitul Maqdis, yaitu tiang kelima di sisi utara dari tiang ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhā.
Baca di web kami Rumaysho.Com:
Ahlus Shuffah di Masjid Nabawi: Siapa Mereka dan Apa Pelajarannya
💦 https://rumaysho.com/40939-ahlus-shuffah-di-masjid-nabawi-siapa-mereka-dan-apa-pelajarannya.html
• Gambar pertama di postingan ini adalah untuk membedakan tempat Ahlus Shuffah dan Dakkatul Aghawaat. Sumber gambar ini dari buku “Buyūt aṣ-Ṣaḥābah ḥawla al-Masjid an-Nabawī ash-Sharīf”
• Gambar kedua di postingan ini menunjukkan Dakkatul Aghawaat yang sejatinya bukan tempat Ahlus Shuffah.