Ruqyah itu semakin sedikit perantara
maka semakin baik
Contohnya:
• Seseorang membaca ruqyah untuk dirinya sendiri — ini tanpa perantara.
• Kalau dibacakan oleh orang lain, berarti ada satu perantara.
• Jika dibacakan ke air, lalu airnya diminum — itu ada dua perantara.
• Kalau ayat ditulis di piring, lalu dilarutkan dengan air dan diminum — itu jadi tiga perantara.
Semakin banyak perantaranya, semakin lemah pengaruhnya.
Yang paling utama adalah seperti yang diajarkan Nabi: ruqyah langsung — baik dibacakan untuk diri sendiri atau oleh orang lain. Membaca ke air masih dibolehkan, tapi menulis ayat di wadah dan melarutkannya bukanlah praktik yang umum di kalangan salaf.
[Menurut penjelasan Syaikh Shalih Aku Syaikh -hafidzahullah-]
Ustadz nurhadi n