MENDUDUKKAN ISRÂÎLIYYÂT
Isrâîliyyât itu ada yang isinya sesuai dengan Alquran dan Hadits, ada yang bertentangan, dan yang tidak diketahui benar-salahnya.
Kalau Perspektif Ibn Taimiyyah, yang shahih darinya boleh diterima, yang dusta ditolak, yang tak diketahui benar-salahnya didiamkan; tak didustakan, tak pula dibenarkan. Tak mengimaninya, tak pula membohonginya.
Namun perspektif al-Biqa'i menunjukkan bolehnya mengutip jenis Isrâîliyyât yang tak didustakan dan tak dibenarkan tadi. Karenabtujuannya hanya untuk mengetahui saja, bukan dijadikan pegangan.
Kalau Jumhûr, tentu senada dengan Ibn Taimiyyah. Hanya saja istilah mereka untuk jenis ketiga dengan istilah umum Tawaqquf [Abstain]. Berdasarkan riwayat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anhu,
لا تصدقوا أهل الكتاب ولا تكذبوهم وقولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا
"Janganlah kalian membenarkan Ahli Kitab, jangan pula mendustakannya! Ucapkanlah: Kami beriman pada Allah dan kepada kitab yang diturunkan padamu." [Al-Bukhâriy]
Demikian jika ditinjau dari segi kandungan.
Adapun dari segi diakui atau tidaknya, maka setidaknya terbagi menjadi 2 pendapat; yang mengharamkan dan membolehkan.
Argumentasi pihak yang mengharamkan adalah hadits di atas tadi juga. Kemudian karena Ahlul Kitab telah mengubah-ubah isi kitab mereka, sehingga periwayatan mereka tak tsiqah lagi. Sementara riwayat yang lemah tak bisa dijadikan hujjah.
Adapun pihak yang membolehkan menyandarkan pendapatnya pada Alqurân surat Yunus ayat 94,
فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَسْئَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ...
"Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau..." [Yunus: 94]
Serta hadits berikut,
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
"Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Dan ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa. Dan barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka.” [Al-Bukhâriy]
Waktu Dhuha di Markaz Telaah Kitab Ulama, Ma'had Daar El 'Ilmi Beusi.
✒️ Mochamad Teguh Azhar