Jumat, 19 Desember 2025

ketika tidak bisa menjama' banyak kebaikan, dahulukan yg punya maslahat yg paling besar

Ustadz dr raehanul bahraen ketika tidak bisa menjama' 2 kebaikan berbenturan dengan pekerjaan utama beliau

menit 25.30 
https://youtu.be/vgB8YouGb_M?si=vdk_YUWtmNXccXKm
ustadz ammi ketika mondok  mempunyai keinginan menghapal al quran 30 juz lalu beliau ketika beliau menikah tidak bisa lagi melanjutkan dalam belajarnya dalam menghapal alquran ketika itu sudah 8juz yg beliau menghapal ada tugas yg jauh lebih penting ketika seorang suami mencari nafkah buat istrinya

kaedah fikih sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh As Sa’di sebagai berikut,
يجب فعل المأمور به كله فإن قدر على بعضه وعجز عن باقيه فعل ما قدر عليه
“Wajib melakukan yang diperintahkan seluruhnya. Jika mampu melakukan sebagiannya dan sebagiannya tidak mampu, yang mampu tersebut tetap dikerjakan.”
Ulama lain membuat kaedah untuk hal ini,
ما لا يدرك كله لا يترك كله
“Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).”


menjama' banyak kebaikan adalah yg utama jika tidak bisa mendahulukan kemaslahatan yg besar 

Ibnu Taimiyah di mana beliau pernah berkata,

لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ الْخَيْرَ مِنْ الشَّرِّ وَإِنَّمَا الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ خَيْرَ الْخَيْرَيْنِ وَشَرَّ الشَّرَّيْنِ

“Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.
Dari web rumaysho.com