Minggu, 21 Desember 2025

Ketika Doa Tak Lengkap Membawa Penyesalan

Ketika Doa Tak Lengkap Membawa Penyesalan 
 
[Kisah ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Ariful Bahri hafidzahullah, dinukil dari Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr -hafidzahumallah-]

Dikisahkan, ada seorang pria yang setiap kali berdoa saat umrah, dia selalu mengulang-ulang doanya. Sampai-sampai seorang petugas keamanan di Masjidil Haram hafal wajah dan doanya.

Doanya selalu sama:  
“Ya Allah, berilah aku keturunan, seperti orang-orang lainnya.”

Waktu pun berlalu. Tujuh belas tahun kemudian, pria ini datang lagi dan berdoa:  
“Ya Allah, binasakan anakku.”

Petugas yang mengenalnya pun terkejut dan bertanya,  
“Bukankah dulu kamu yang berdoa agar diberi anak?”  
“Iya,” jawabnya.  
“Lalu kenapa sekarang kau doakan keburukan untuknya?”  
Pria itu menjawab, “Anakku tumbuh menjadi anak durhaka.”

Lalu petugas itu berkata:  
“Kamu telah berbuat dzalim dua kali:  
Pertama, doamu dulu tidak lengkap. Kamu hanya minta diberi anak, tapi tidak minta anak yang shalih.  
Kedua, sekarang kamu mendoakan kebinasaan anakmu sendiri.”

Petugas itu pun menasihatinya,  
“Mintalah kepada Allah agar anakmu diberi hidayah dan menjadi anak yang shalih. Apalagi kamu sedang beribadah di Baitullah, tempat yang penuh keberkahan dan doa yang mustajab.”

Tak lama setelah itu, pria tersebut kembali ke tanah suci—kali ini bersama anaknya yang telah berubah menjadi anak shalih dan menemaninya umrah.

Faidah ini disampaikan Ustadz Dr. Ariful Bahri hafidzahullah dalam tausiyahnya kepada jamaah Batik Travel.
Di tulis oleh ustadz nurhadi nugroho