Sabtu, 06 Desember 2025

JAHMIYYAH FALSAFIYAH MASA KINI.

JAHMIYYAH FALSAFIYAH MASA KINI.

Salah satu prinsip Jahmiyyah tentang ketuhanan adalah mereka mengambil dari pemikiran filsafat sesat aristoteles dan semisalnya.

Jahmiyyah berkata :

Allah tidak diam sekaligus allah diam, Allah tidak didalam alam juga tidak diluar alam, Allah tidak hidup juga sekaligus Allah tidak mati, 

Dan seterusnya dan seterusnya.

Pemikiran ini disebut dengan 'Al jam'u Min An-Naqidhain : Menggabungkan dua hal yang bertentangan dalam satu waktu sekaligus.

Misal : seseorang duduk, tidak mungkin disaat yang bersamaan seseorang melakukan aktifitas berdiri.

Atau disebut dengan 'Ar Rof'u Min An-Naqidhain : Menolak dua hal yang tidak mungkin diangkat dalam satu kondisi dan waktu yang bersamaan.

Misal : Seseorang tidak hidup juga sekaligus tidak mati.

_______

Status dibawah ini mengatakan seseorang bisa diam namun saat itu juga dia bergerak dengan mencontohkan diam didalam pesawat sekaligus juga bergerak.

Jawaban secara sederhana : diamnya seseorang itu adalah aktifitas dirinya secara sadar dan pilihan, dan pergerakan pesawat itu berasal dari gaya dan mekanisme mesin dari benda lain.

Sehingga bisa dikatakan diamnya orang ketika didalam pesawat sekaligus dia juga bergerak adalah berkaitan dengan dua objek yang berbeda yang keduanya memiliki konsentrasi tersendiri.

Objek pertama adalah manusia : keadaannya adalah diam didalam pesawat, adapun objek kedua adalah pesawat yang sedang bergerak lurus sssuai mekanisme kerjanya.

Jika objek yang sama melakukan aktifitas yang bertentangan secara bersamaan, apa objek tersebut mampu?

Jawabannya, Pasti tidak.

Seseorang diatas kursi roda didorong oleh temannya.

Bisakah dia mengatakan : diri saya sendiri yang melakukan aktifitas duduk diam diatas kursi roda dan sekaligus saya bergerak?

Maka orang² yang berakal akan tertawa mendengar statement yang tidak masuk akal seperti ini.

Maka logika Al Jam'u Min An-Naqidhain terbantah secara akal sehat.

Jika mereka mengatakan : Secara stimulasi dan praktis dua hal yang bertentangan itu bisa terjadi dan ini secara realita bisa diuji dan dipraktikkan.

Jawabannya : 

1. sebuah objek melakukan dua hal yang bertentangan itu sejatinya ada objek lain disaat yang sama melakukan hal yang sebaliknya. Jika seseorang menyatakan bahwa itu adalah hasil dari perbuataannya (diam/sekaligus bergerak) maka dia terjatuh dalam logical fallacy.

2. Jika pemikiran ini dikaitkan kepada Allah (Allah tidak hidup juga tidak mati, Allah tidak diatas juga tidak dibawah, dll) maka berkonsekuensi kepada Allah butuh bantuan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan. Dan ini mustahil dan Min Aqbah Al kufr (kekufuran yang sangat buruk). 

3. Hasil dari pemikiran (lawazim) ini berarti Allah butuh kepada selainnya dan ini muhaal (mustahil) yang bertolak belakang dengan sifat ShomadiyyahNya (Maha berdiri sendiri).

4. Konsep seperti ini melazimkan Allah mutahayyiz kepada ruang dan pergerakan. Tahayyuz ini berarti sesuatu selainNya dapat menjangkauNya, ini juga muhaal (mustahil).

5. Konsep pemikiran seperti dapat menjadikan seseorang terjatuh didalam sikap tasybiih yaitu menyerupakan Allah dengan sesuatu. Mereka menyerupakan Allah dengan sesuatu yang mustahil (tasybiih bil-mumtani'aat). Jika Ahli At Tamstil menyerupakan Allah dengan makhluknya maka jahmiyyah lebih buruk lagi : Menyerupakan Allah dengan sesuatu yang tidak mungkin. 

Karena mereka menetapkan Allah tidak ada sekaligus Allah Ada. Ini bentuk menyerupakan kepada sesuatu yang mustahil dan bentuk penyerupaan yang paling jelek dan lebih buruk dari pada penyerupaan orang musyrikin dizaman jahiliyyah.

Bagaimana mungkin Allah disifatkat dengan tidak hidup sekaligus tidak mati, Allah ada sekaligus tidak ada??

Logika siapa yang dipakai kecuali ini berasal dari pemikiran² kufur orang² yang menolak wujud Allah!

Na'udzubillah.
___________

Ketika saya belajar aqidah dengan para guru² kami tentang bagaimana para masyaikh menjelaskan tentang ucapan jahmiyyah ini, saya selalu bertanya tanya dalam diri :

"Apakah ada yang berkata seperti ini dizaman sekarang? Atau itu hanya perkataan orang² dulu yang sedikit jumlahnya."

Namun ketika melihat status ini saya percaya mereka itu ada, para pengusung pemikiran sesat.

Gurunya guru kami As Syaikh Aaman Al Jaami Rahimahullah didalam pelajarannya di masjid nabawi ketika ditanya tentang perkataan semisal jahmiyyah diatas beliau katakan :

"Mereka tetap eksis sampai hari ini, bahkan dikota madinah ini"
Ustadz taufiq abu ruwaifi