"Sabar itu memenjarakan rasa tidak suka terhadap takdir, sehingga tidak keluar melalui lisan maupun perbuatan, meskipun di dalam hati masih ada rasa berat dan kekesalan.”
hakikat sabar yang wajib, yaitu menahan diri agar ketidaksukaan terhadap takdir Allah tidak tampak dalam ucapan maupun perbuatan. Adapun rasa berat, sedih, atau tidak suka yang masih ada di dalam hati, selama tidak diwujudkan dalam sikap yang tercela, tidak menafikan kesabaran.
Dalam Islam, sabar bukan berarti hilangnya rasa sakit atau kesedihan, tetapi mengendalikan respons agar tetap berada dalam koridor ridha dan ketaatan. Karena itu, seseorang tetap dinilai sabar meskipun hatinya terasa berat, selama lisannya terjaga dan perbuatannya tidak melanggar syariat.
Allah Ta'ala berfirman :
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.”
(QS. At-Taghābun: 11)
Petunjuk Allah ada pada hati orang beriman, yakni hati yang mampu menahan diri dan tunduk kepada takdir-Nya.
Kajian Selengkapnya :
https://youtu.be/bCoh6iPETnY
===================================
Mari jadi bagian dari penyebar kebaikan!
Dukung kami dengan follow akun-akun resmi berikut:
YouTube ▶ –
youtube.com/hasanAlJaizyNyantrend
Facebook 📘 –
Hasan al-Jaizy
Instagram 📷 & Threads -
instagram.com/hasanaljaizynyantrend
http://threads.com/@hasanaljaizynyantrend
TikTok 🎥 –
http://tiktok.com/@hasanaljaizyofficial
Saluran WhatsApp 📲 –
bit.ly/44xC7rv\
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)