Pas nyantri dulu, terus terjadi gempa Jogja tahun 2006, santri-santri berlarian keluar masjid sambil kebingungan. Apa ini? Apa yang terjadi? Jangan-jangan ini akhir hidup kami..
Di saat kebingungan, mudir kami, Ustadz Arif Syarifuddin hafizhahullah berdiri dan memberikan khutbah tentang sebab musibah dan ajakan untuk taubat.
Wallahi, itu khutbah termakjleb di hati. Seketika banjir air mata.
Khutbah dan suasana yang tak akan terlupakan.
Tujuan turunnya mushibah adalah untuk menakut-nakuti dan memberi peringatan kepada para hamba:
وما نرسل بالآيات إلا تخويفا
Saat mushibah tiba, kebutuhan terbesar bahkan sebelum makanan adalah taubat dan Istighfar, karena itulah sebab tertolongnya kita dari mushibah tersebut.
وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون