Minggu, 14 Desember 2025

menuduh ahlus sunnah yang menetapkan sifat-sifat Allah dengan mujassimah dan sesat.

📖Kemarin lewat di beranda postingan seseorang yang mempresentasikan gambar kartun lalu menganalogikan bahwa jika kita mengingat sifat-sifat Allah yang tidak pernah kita saksikan maka sama saja seperti akal kita memproses gambar karakter kartun tersebut yang tidak ada miripnya dengan objek apapun di dunia ini. Hanya saja kesamaannya Allah memiliki tangan, wajah, mata sebagaimana halnya makhluk. Lalu ia menuduh ahlus sunnah yang menetapkan sifat-sifat Allah dengan mujassimah dan sesat. 

📝Sebenarnya ini analogi rusak ahlut ta'thil yang sebagaimana kita tahu mereka menafikan al-qadr al-musytarak (kadar yang sama dari segi nama) antara Allah dan makhluk. Bahwa Allah punya sifat-sifat yang dari segi nama sama seperti makhluk, seperti mendengar, melihat, tangan, mata, dan sebagainya, sebagaimana yang ditetapkan di dalam nash. Di sini akal mereka langsung memproses bahwa ini merupakan tasybih dan tajsim tanpa melihat bahwa di sana ada al-qadr al-mumayyiz (kadar pembeda dari segi kaifiyah) antara sifat-sifat tersebut. Makanya kita sering sebut mereka ini dalam kaedah: 

كل معطل ممثل

"Setiap mu'aththil adalah mumatstsil (musyabbih)."

📚Nah di sini mereka juga memakai kaedah:

كل ما خطر بالبال فالله بخلافه

"Setiap apapun yang terlintas di pikiran maka Allah tidak sama dengannya." 

Kalimat ini bisa dibawa ke makna yang benar bisa dibawa ke makna yang salah:
1) Adapun ahlut ta'thil mereka menggunakan kalimat ini untuk menafikan sifat-sifat Allah, dengan menafikan al-qadr al-musytarak sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Lalu menganalogikan itsbat sifat sama seperti tajsim. 
2) Sedangkan ahlus sunnah menggunakan kalimat ini untuk menafikan ilmu tentang kaifiyah (mekanisme) dan hakikat (substansi) sifat. Bahwa kita menetapkan sifat Allah namun jangan sekali-kali untuk membagaimanakan sifat tersebut. Karena ini perkara ghaib yang mana kita hanya berbekal dengan nash syar'i saja. Jika tidak ada nash maka tidak boleh melampaui lebih dari itu. 

✒️Berikut video penjelasan singkat dari Syaikhuna Dr. Shalih bin Abdul Aziz Sindi hafizhahullah:
Ustadz muhammad taufiq
https://www.facebook.com/share/v/1EtYZNf931/