Sabtu, 20 Desember 2025

Keteladanan Akhlak Imam Ahmad bin Hanbal

Keteladanan Akhlak Imam Ahmad bin Hanbal

​Shalih, putra Imam Ahmad, menceritakan sisi-sisi keseharian ayahnya yang penuh keteladanan:

● ​Kemandirian dalam Beribadah 
"Aku mendengar Shalih bercerita: Ayahku, jika hendak berwudu untuk salat, tidak pernah mau menyuruh orang lain mengambilkan air untuknya. Beliau selalu menimba dan menyiapkan air wudunya dengan tangannya sendiri."

● ​Kecintaan pada Al-Qur'an 
"Aku juga sering sekali mendengar beliau melantunkan Surah Al-Kahfi."

● ​Perhatian dan Kasih Sayang kepada Anak 
"Pernah suatu ketika aku jatuh sakit. Beliau lalu mengambil segelas air dan membacakan (doa/ayat Al-Qur'an) ke dalamnya, lalu berkata kepadaku: 'Minumlah air ini, dan basuhkan pula ke wajah serta kedua tanganmu'."

● ​Kesederhanaan dan Kerendahan Hati 
"Terkadang beliau pergi sendiri ke pasar, membeli seikat kayu bakar atau keperluan lainnya, lalu memanggulnya sendiri pulang ke rumah."

​Sīrat al-Imām Aḥmad ibn Ḥanbal li Abil Fadhl Shalih ibn Ahmad ibn Hanbal.
Ustadz reza

From the manners of al-Imām Aḥmad b. Ḥanbal.

“I heard Ṣāliḥ say: My father, when he intended to perform ablution for prayer, would not allow anyone to fetch water for him; he himself would draw the water with his own hand.

And I used to hear him often reciting Sūrat al-Kahf.

And sometimes I would fall ill, so he would take a cup containing water, recite over it, then say to me: ‘Drink from it, and wash your face and your hands.’

And sometimes he would go out to the greengrocer, buy a bundle of firewood or other items, and carry it himself.”

Source: 📖 Sīrat al-Imām Aḥmad ibn Ḥanbal li-ātī al-faḍl Ṣāliḥ ibn Aḥmad ibn Ḥanbal.