Jangan Meremehkan Doa Orang Yang Terzalimi
Ibnu Aqil Al-Hanbali, dalam kitabnya "Al-Funun", menceritakan:
"Dikisahkan bahwa seorang menteri (wazir) pernah berbuat zalim terhadap seorang pria.
Pria itu kemudian berkata kepadanya, 'Takutlah kepada Allah! Hentikan kezalimanmu kepadaku, atau aku akan mendoakan keburukan atasmu!'
Menteri itu menjawab dengan enteng, 'Doakan saja sesukamu!'
Tidak berselang lama, hanya beberapa hari kemudian, menteri itu ditangkap dan disiksa.
Maka, pria yang terzalimi itu menulis dua bait syair untuknya:
Panah-panah malam (doa) tak pernah meleset,
Hanya saja ia punya batas waktu, dan batas waktu itu pasti berakhir.
Mengapa engkau mengejek doa dan meremehkannya?
Renungkanlah, bagaimana doa kini bekerja padamu.."
(Dinukil dari 'Adab Ad-Du'a' oleh Ibnu Abdil Hadi hlm. 264, melalui 'Uqud Al-Khanaṣhir' oleh Al-Mutsanna Al-Jarbā' hlm. 88)