Senin, 15 Desember 2025

Diantara tuduhan dan fitnah Ibnu Baṭṭūṭah untuk menjatuhkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang selalu dijadikan hujjah oleh dai' dai' Asy'ariah.

Diantara tuduhan dan fitnah Ibnu Baṭṭūṭah untuk menjatuhkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang selalu dijadikan hujjah oleh dai' dai' Asy'ariah.

Ibnu Baṭṭūṭah dalam Rihlah-nya menulis (maknanya):

Ibnu Taimiyah berkhutbah dan berkata:
“Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia sebagaimana turunku ini”
lalu ia turun satu anak tangga dari mimbar.

Riwayat inilah yang dijadikan dasar tuduhan tajsīm/tamtsīl.


2️⃣ Bantahan pertama: Ibnu Baṭṭūṭah tidak sezaman

Ini poin paling kuat.

Fakta sejarah:
 • Ibnu Baṭṭūṭah masuk Damaskus: 728 H
 • Ibnu Taimiyah:
 • dipenjara sejak 726 H
 • wafat 728 H di penjara

📌 Artinya:

Ibnu Baṭṭūṭah tidak pernah mendengar khutbah Ibnu Taimiyah secara langsung.

➡️ Riwayatnya bukan musyāhadah, tapi cerita orang
➡️ Dalam ilmu sejarah: سماع بلا إسناد = لا يُقبل


3️⃣ Bantahan kedua: Bertentangan dengan aqidah Ibnu Taimiyah sendiri

Dalam puluhan kitabnya, Ibnu Taimiyah secara eksplisit menolak tasybīh dan tamtsīl.

Perkataan beliau yang masyhur:

«من قال: إن الله كالأجسام أو كالنزول الحسي فقد كفر»
(Majmū‘ al-Fatāwā)

Dan kaidah beliau:

إثبات بلا تمثيل
وتنزيه بلا تعطيل

📌 Mustahil secara ilmiah:
 • seseorang menulis ribuan halaman menolak tamtsil
 • lalu mengucapkan tamtsil vulgar di mimbar


4️⃣ Bantahan ketiga: Tidak ada satu pun muridnya yang meriwayatkan

Ibnu Taimiyah punya murid besar:
 • Ibn al-Qayyim
 • adz-Dzahabi
 • Ibn ‘Abdil Hadi
 • al-Bazzar

❗ Tidak satu pun dari mereka menukil kejadian ini
Padahal:
 • mereka hidup sezaman
 • sangat detail menukil ucapan gurunya

➡️ Ini menunjukkan riwayat Ibnu Baṭṭūṭah syādz (ganjil)


5️⃣ Sikap para ulama terhadap riwayat ini

🔹 Imam adz-Dzahabi

(orang yang sangat adil dalam menilai Ibnu Taimiyah)

Riwayat ini tidak sahih dan bertentangan dengan yang dikenal dari aqidah beliau

🔹 Syaikh al-Albani

Ini adalah tuduhan batil yang dinukil tanpa sanad

🔹 Para peneliti kontemporer

Menegaskan:
 • Ibnu Baṭṭūṭah:
 • seorang musafir besar
 • bukan ahli akidah
 • sering menukil cerita tanpa verifikasi


Dalam istilah ilmiah:

وهم في النقل
(bukan كذب متعمد بالضرورة)


Aqidah Ibnu Taimiyah yang sebenarnya tentang nuzūl

Beliau menetapkan hadis:

«ينزل ربنا إلى السماء الدنيا»

Namun dengan prinsip:
 • tanpa takyīf
 • tanpa tamtsīl
 • tanpa menyerupakan dengan makhluk
 • bukan turun fisik seperti makhluk


🔚 Kesimpulan ilmiah
 • Riwayat Ibnu Baṭṭūṭah tidak sahih
 • Bertentangan dengan:
 • fakta sejarah
 • aqidah Ibnu Taimiyah
 • kesaksian murid-muridnya
 • Tuduhan “turun seperti turunku” adalah fitnah ilmiah
 • Ahlus Sunnah sepakat:

Ibnu Taimiyah berlepas diri dari tajsīm dan tamtsīl
Ustadz abul irbadh