Tentu saja ini tidak benar.
Perbedaan penentuan awal Ramadan antara Muhammadiyah dengan Pemerintah itu bukan karena Muhammadiyah sudah melihat hilalnya di Alaska, melainkan karena menggunakan KHGT dengan kriteria IR (Imkanur Ru'yah) yang diadopsi dari kriteria IR Istanbul yang baru kemudian dimodifikasi.
Kriteria IR Istanbul itu asal usulnya dulu adalah dari Kriteria IR Istanbul lama hasil Muktamar tahun 1978, yang awalnya juga mengandung parameter umur bulan 8 Zulhijah (dan itu yang diadopsi oleh kriteria lama MABIMS 238). Ada yang mengatakan bahwa sudut elongasi pada Kriteria Istanbul yang lama itu adalah 7 derajat, sesuai dengan limit Danjon. Tetapi dalam kriteria yang baru sudah jelas 8 derajat.
Jadi, bukan karena sudah melihat hilal di Alaska. Apalagi malam tersebut tidak ada laporan keterlihatan Hilal di Alaska walaupun oleh selain Muhammadiyah. Apalagi kalau dilihat kronologi urutan penetapan dari kedua belah pihak.
Banyak sekali HOAX dan disinformasi yang beredar mengenai urusan Hisab dan Rukyat ini, termasuk oleh tokoh-tokoh populer, sehingga sangat sulit untuk diluruskan. Belum lagi efek perdebatan bertele-tele yang terlahir dari hal tersebut, ditambah dengan yang terlahir dari hal-hal yang secara informasi sudah benar tetapi secara opini dan argumentasi masih sangat bermasalah
Wallahul Musta'an.
Ala kulli hal, perbedaan dan persengketaan umat juga merupakan hasil takdir dari Yang Mahabijak, sehingga pasti ada hikmahnya yang perlu untuk kita sadari dan hayati, sekaligus perlu untuk kita sikapi dengan ilmu sesuai proporsi.
Ustadz nidlol mas'ud / babanya sofia
https://www.facebook.com/share/1Azh7NNePG/