Jumat, 20 Maret 2026

الموسوعة الحديثية - شروح الأحاديث - الصومُ يومَ تصومون ، والفطرُ يومَ تفطرون ، والأضحى يومُ تُضَحُّونَ - رواية: أبو هريرة - محدث: ابن كثير - مصدر: إرشاد الفقيه https://dorar.net/hadith/sharh/91597

الصومُ يومَ تصومون ، والفطرُ يومَ تفطرون ، والأضحى يومُ تُضَحُّونَ
خلاصة حكم المحدث : صحيح
الراوي : أبو هريرة | المحدث : ابن كثير | المصدر : إرشاد الفقيه | الصفحة أو الرقم : 280/1
| التخريج : أخرجه الترمذي (697) واللفظ له، وابن ماجه (1660).
التصنيف الموضوعي: إسلام - أركان الإسلام صيام - الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون صيام - ثبوت شهر رمضان صيام - الصوم يوم صوم معظم الناس
| أحاديث مشابهة |أصول الحديث
  
لَقَدْ رَفَعَ اللهُ عزَّ وجلَّ الحرَجَ عن أُمَّةِ مُحمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إذا ما اجْتَهَدوا في تَحْديدِ مَواقيتِ أو أماكِنِ الشَّعائِرِ، وهذا تَيْسيرٌ منه سُبحانَه على الأُمَّةِ.
وفي هذا الحَديثِ يقولُ النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: "الصَّوْمُ يوْمَ تَصومونَ، والفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرونَ"، أي: إنَّ الصَّوْمَ والفِطْرَ يكونُ معَ جَماعَةِ المسلِمينَ وأغْلَبِهِم، "والأَضْحَى يوْمَ تُضَحونَ"، أي: وكَذلك عِيدُ الأَضْحى يَلْزَمُ فيه الجَماعَةُ، وهو العيدُ الَّذي يُضَحِّي فيه المسلِمونَ، ويُفهَمُ أيضًا مِن مَعْنى هذا الحَديثِ: أنَّ الخطَأَ في حِسابِ الأهِلَّةِ مَوضوعٌ عَنِ النَّاسِ فيما كان سَبيلُه الاجتِهادَ؛ فلو اجتَهَد قومٌ في تَحرِّي الهلالِ ولَم يرَوْه إلَّا بعدَ الثَّلاثينَ، فلَمْ يُفطِروا حتَّى استَوفَوُا العَدَدَ، ثمَّ ثَبَتَ عِندَهُم أنَّ الشَّهْرَ كان تِسعًا وعِشرينَ؛ فإنَّ صَوْمَهُم وفِطْرَهم ماضٍ ولا شَيءَ عليهم، ومِثلُه إذا أَخْطَؤوا في تَحْديدِ الهِلالِ في الحَجِّ، ومِن ثَمَّ يقَعُ الخَطَأُ في يَومِ عَرَفةَ؛ فإنَّه ليس عليهم إعادَتُه ويُجْزِئُهم أَضْحاهُم كذَلِك؛ وإنَّما هذا تَخفيفٌ مِنَ اللهِ سُبحانَه ورِفْقٌ بعِبادِهِ( ).
https://dorar.net/hadith/sharh/91597

Hadis: Persatuan dalam Ibadah (Puasa dan Iduladha)
Bunyi Hadis:
"Puasa itu adalah hari di saat kalian (mayoritas masyarakat) berpuasa, Idulfitri adalah hari di saat kalian berbuka (merayakan Idulfitri), dan Iduladha adalah hari di saat kalian menyembelih kurban."
Keterangan Sanad dan Matan:
Perawi: Abu Hurairah
Ahli Hadis: Ibnu Katsir
Sumber: Irsyad al-Faqih (1/280)
Kesimpulan Hukum: Shahih
Takhrij: Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (697) dengan lafaz ini, dan Ibnu Majah (1660).
Penjelasan (Syarah) Hadis:
Allah Azza wa Jalla telah mengangkat kesulitan dari umat Muhammad SAW ketika mereka telah bersungguh-sungguh (berijtihad) dalam menentukan waktu atau tempat pelaksanaan syiar ibadah. Ini merupakan bentuk kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi umat ini.
Dalam hadis ini, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Puasa itu adalah hari di saat kalian berpuasa, dan Idulfitri adalah hari di saat kalian berbuka":
Artinya, pelaksanaan puasa Ramadan dan hari raya Idulfitri haruslah dilakukan bersama jamaah kaum muslimin dan mayoritas dari mereka.
"Dan Iduladha adalah hari di saat kalian menyembelih kurban":
Demikian pula dengan Iduladha, wajib dilakukan bersama jamaah (masyarakat umum), yaitu hari di saat kaum muslimin secara bersama-sama menyembelih hewan kurban.
Pelajaran yang dapat diambil:
Hadis ini juga memberikan pemahaman bahwa kesalahan dalam perhitungan kemunculan hilal (bulan sabit) dimaafkan bagi manusia selama hal tersebut didasari oleh ijtihad.
Contoh Kasus: Jika suatu kaum telah bersungguh-sungguh mencari hilal namun tidak melihatnya kecuali setelah genap 30 hari, sehingga mereka tidak berbuka (lebaran) sampai menyempurnakan bilangan tersebut, namun kemudian terbukti bahwa bulan tersebut sebenarnya hanya 29 hari; maka puasa dan Idulfitri mereka tetap sah dan tidak ada dosa bagi mereka.
Haji & Arafah: Hal yang sama berlaku jika terjadi kesalahan dalam menentukan hilal untuk keperluan haji, yang berakibat pada kesalahan penentuan hari Arafah. Mereka tidak perlu mengulanginya, dan kurban (Iduladha) mereka tetap dianggap sah.
Ini semua merupakan bentuk keringanan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sifat lemah lembut-Nya kepada para hamba-Nya.