Jika Puasa kita 28 Hari atau 31 Hari
- Perbedaan ini terjadi karena perbedaan tempat awal Ramadhan (masing-masing negara mat’la’ masing-masing)
- Perbedaan ini terjadi saat ini antara Negara Indonesia (pemerintah) dan Arab Saudi
- Arab Saudi memulai puasa hari Rabu, sedangkan di Indonesia hari Kamis
Hari Raya di Arab Saudi kemungkinan ada 2 :
- Hari Kamis, 19 Maret 2026 (29 hari), maka jamaah yang awal puasa berada Indonesia, jumlah puasanya mereka 28 hari. Maka dengan kondisi ini, para jamaah wajib Qodha satu hari di bulan syawal karena Hari dalam puasa itu antara 29/30. (Fatwa Ibnu Utsaimin)
- Hari Jumat, 20 Maret 2026 (30 hari), maka jamaah yang awal puasa di Indonesia, jumlah puasa mereka 29 hari dan ini sudah termasuk kadar minimal puasa sehingga jamaah tidak perlu Qadha.
- Kondisi Sebaliknya, jika kita awal puasa di Arab Saudi, lalu pulang ke Indonesia, maka ada dua kondisi :
Pertama : Idnya hari Jumat (20 Maret 2026) maka kita puasa 30 hari dan ini tidak ada masalah
Kedua : Idnya Sabtu (31 Maret 2026), maka kita puasa 31 hari dan ini juga tidak ada masalah, puasamu itu tambahan bagimu. (Fatwa Ibnu Utsaimin)
Dalil dari semua itu adalah Hadist Nabi :
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ، وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Puasa adalah hari ketika masyarakat berpuasa. Berhari raya (Idul Fitri) adalah hari ketika masyarakat berbuka (berhari raya Idul Fitri). Dan hari raya Idul Adha (menyembelih hewan kurban) adalah hari ketika masyarakat menyembelih (berhari raya Idul Adha).” (HR. Tirmidzi no. 697, hadits shahih)
Nanti sore di Arab Saudi akan diadakan Rukyat Hilal Syawal. Sebagaimana info dari Saudi News
Barakallahu fikum wa Jazakumullah khair
Abu Yusuf Akhmad Ja’far