DATA SYAWAL 1447 H
Idul Fitri, Jumat atau Sabtu?
Berikut beberapa data keadaan hilal awal Syawal 1447 H
1. Rukyatul hilal dilaksanakan pada hari ke 29 bulan hijriah yaitu 29 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Hari Kamis tanggal 19 Maret 2026.
2. Ketinggian hilal pada 29 Ramadan 1447 H sudah berada di atas ufuk pada posisi 1,25 derajat di Papua dan 3,1 derajat di Aceh, akan tetapi elongasi antara bulan dan matahari masih di bawah kriteria yaitu 4,5 derajat di papua dan 6,1 derajat Aceh
3. Data hilal di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga-Aceh, adalah, 3,1 derajat di atas ufuk dan 6,1 derajat elongasi geosentris. Dengan waktu rukyat sekitar 15 menit 31 detik dimulai saat magrib pada pukul 18.51 WIB.
4. Dengan Kondisi elongasi yang masih sangat dekat dengan matahari menyebabkan cahaya matahari lebih dominan dibandingkan pantulan cahaya bulan, sehingga peluang terlihatnya hilal sangat kecil. Dan sampai sekarang belum pernah ada yang mampu mengambil citra hilal untuk keadaan seperti ini dengan menggunakan teleskop modern. Adapun jika ada saksi yang melihat dengan mata, para ahli menyatakan belum mungkin karena belum visibel dengan kemampuan mata manusia.
5. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa keadaan hilal Syawal belum masuk kriteria Imkan rukyat yaitu kriteria kemungkinan hilal terlihat MABIMS (Keriteria keterlihatan hilal 4 negara, Malaysia Brunai, Indonesia dan Singapura) yang mensyaratkan bahwa hilal baru dapat di pantau kalau memiliki parameter 3 derajat di atas ufuk dan elongasi 6,4 derajat antara matahari dan bulan.
6. Dari sisi rukyatul hilal dan imkan rukyat, rukyat hilal hari ini sangat penting, karena apabila hasil rukyat hilal terlihat dengan bukti citra hilal maka akan menjadi bukti empiris imkan rukyat terendah dan menjadi data pedoman di masa yang akan datang.
7. Kanwil Kementerian Provinsi Aceh akan melaksanakan rukyat di 6 titik yaitu di, Observatorium Hilal Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga, KM 0 Kota Sabang, Perta Aron Kota Lhokseumawe, Setia Bakti Aceh Jaya, Suak Geudubang Meulaboh dan Sinabang.
8. Apabila hilal terlihat petang ini, maka 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret, tetapi apabila hilal tidak terlihat maka bulan Ramadan akan disempurnakan tiga puluh hari dan 1 Syawal akan jatuh pada 21 Maret 2026.
9. Kemungkinan idukll fitri yang beragam dan berbeda hendaknya disikapi dengan saling menghargai, karena perbedaan pemahaman terhadap masalah furuiyyah ini telah terjadi sepanjang sejarah Islam, tentu dengan pegangan dalil yang kuat dari setiap pendapat.
10. 1 (satu) Syawal 1447 H ditetapkan setelah sidang istbat berdasarkan laporan hasil rukyat seluruh Indonesia oleh Menteri Agama pada tanggal 19 Maret 2026 sekitar pukul 19.00-19.30 WIB melalui siaran televisi nasional.
Wallahu A'lam
Tim Falakiyah Kemenag Aceh
Alfirdaus Putra
Catatan:
Photo adalah hilal Rabiul awal 1447 H, yang merupakan hilal terendah yang dapat dirukyat di lhoknga, data ketika sunset tinggi 4,07 derajat dan elongasi 7,56 derajat (hasil rukyat 10 menit setelah sunset), dan ketika itu tidak kasat mata.
https://www.facebook.com/share/p/18WE16Pmui/