Arab Saudi dan beberapa negara tetangganya telah memutuskan 1 Syawal 1447 H hari Jum'at esok 20 Maret 2026. Karena saat proses rukyatul hilal kemarin sore, tidak ada satupun yang berhasil melihat. Ini wajar, karena posisi hilal masih dibawah ufuk bahkan belum terjadi konjungsi (ijtima').
Sementara sebagian negara lain, spt: Mesir, Yordania, dan Oman, akan melaksanakan Rukyatul Hilal sore ini. Data ketinggian hilal sore nanti di kawasan timur tengah sudah cukup tinggi, diatas kriteria Neo-MABIMS. Meski menurut sebagian ahli falak mengamati dengan mata telanjang tetap sulit, namun secara empiris tidak demikian.
Indonesia melalui kementerian Agama RI juga akan melakukan Rukyatul Hilal sore ini. Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria IR Neo-MABIMS. Namun jika menggunakan kriteria IR old-MABIMS sebagian wilayah sudah memenuhinya.
Masih teringat saya menghadiri sidang itsbat penetapan awal Dzulhijjah 1434 H (2013). Data ketinggian hilal hanya 2° lebih sedikit dan sudut elongasi 3° lebih sekian. Namun karena sudah memenuhi kriteria IR MABIMS saat itu, maka tim hisab kemenag RI saat presentasi diawal sidang menegaskan: "bahwa sekalipun tidak ada yang berhasil melihat hilal, secara empiris dan ilmiah, sudah dapat ditetapkan besok awal Dzulhijjah."
Dan hasilnya, hilal berhasil terlihat di daerah kolaka - Sulawesi Tenggara . Berbekal data ilmiah, bukti empiris dan persaksian perukyat di Kolaka tsb, Menteri Agama tanpa ragu langsung ketuk palu menetapkan 1 Dzulhijjah 1434 H jatuh pada 6 Oktober 2013.
Sejarah Rukyatul Hilal sebelum kriteria IR berubah, setau saya, pasti ada saja yang berhasil jika ketinggian sudah mencapai 2° dan elongasi 3°. Ini seharusnya menjadi bukti empiris yang sangat kuat. Tapi setelah kriteria berubah menjadi 3° dan sudut elongasi 6,4° , tiba-tiba hilal jadi sulit diamati di ketinggian 2° 😅
Apapun hasilnya nanti, mari kita optimalkan sisa Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Dan seperti biasa, meski lebaran berbeda, tidak menutup untuk kita tetap berbagi kebahagiaan dan saling bermaaf-maafan. 🙂
Ustadz abul abas aminullah