[Mengapa Ulama Salaf Sangat Menjaga Pembahasan ‘Uluw?]
Berdasarkan kitab: Syarh al-Hamawiyyah karya Yusuf bin Muhammad al-Ghufays, Juz 5 hlm. 3
Dalam penjelasannya mengenai Syarh al-Hamawiyyah, Syaikh Yusuf al-Ghufays menegaskan bahwa para ulama salaf sangat menaruh perhatian besar terhadap masalah ‘uluw (ketinggian Allah di atas seluruh makhluk). Masalah ini dibahas dengan sangat rinci, lebih rinci dibanding sebagian sifat lainnya seperti kalam dan ru’yah, karena ia merupakan sifat yang paling ditentang oleh kelompok-kelompok penolak sifat, khususnya Jahmiyyah dan Mu’tazilah.
Sebagian besar kelompok penolak sifat membangun argumentasi mereka dengan menolak ‘uluw terlebih dahulu, lalu menjadikannya sebagai dasar untuk menolak banyak sifat Allah yang lain. Karena itu, siapa pun yang menetapkan ‘uluw pasti akan menetapkan banyak sifat lain secara konsekuen, sementara siapa pun yang menolak ‘uluw akhirnya menolak sebagian besar sifat-sifat kesempurnaan.
Syaikh al-Ghufays menjelaskan bahwa ‘uluw adalah salah satu sifat yang paling jelas dalilnya, bahkan lebih jelas daripada sebagian sifat lain yang hanya ditetapkan melalui dalil syar‘i. Sebagian sifat memang hanya diketahui melalui syariat semata, bukan akal; namun akal sehat tidak mungkin menolaknya ketika sudah ditetapkan oleh wahyu. Dengan demikian, menetapkan ‘uluw adalah konsekuensi dari akal, fitrah, dan syariat sekaligus—dan inilah yang dipegang oleh salaf.