Ibn Taymiyyah رحمه الله
“The reason why the religion of Allah and its rituals is vanishing, and kufr and sin are prevailing, is because of imitation of the kāfirīn. Just as the means of preserving all good lies in following the ways and laws of the Prophets.”
— al-Iqtiḍā’, 1/413
Ibn Taymiyyah رحمه الله highlights a timeless principle:
When Muslims begin to imitate the practices, customs, and value systems of non-Islamic cultures without discernment, the distinct identity of the Ummah weakens. The strength of Islam has always been found in holding firmly to revelation, prophetic guidance, and the unique character that Allah عز وجل has given this Ummah.
His message is not about rejecting the world, but about preserving the purity of faith—
• by grounding ourselves in the Sunnah,
• by aligning our lifestyles with the guidance of the Prophets,
• by resisting trends, ideologies, and behaviours that contradict Islamic principles.
The more we resemble the prophetic way, the more honour, stability, and goodness returns to our communities.
And the more we dissolve into imitation, the more we lose clarity, purpose, and spiritual strength.
Identity is preserved not by slogans, but by living Islam authentically.
May Allah keep us firm upon the straight path, protect our hearts from deviation, and grant us the ability to follow the guidance of Muhammad ﷺ with sincerity.
Jewel hambali mahdzab
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
"Sebab utama mengapa agama Allah dan ajarannya memudar, sementara kekafiran dan dosa merajalela, adalah karena meniru orang-orang kafir. Sebagaimana kunci untuk menjaga segala kebaikan terletak pada mengikuti jalan dan syariat para Nabi."
— Al-Iqtiḍā’, 1/413
Melalui pesan ini, Ibnu Taimiyyah menyoroti prinsip yang berlaku sepanjang masa:
Ketika umat Islam mulai meniru kebiasaan, adat istiadat, dan nilai dari budaya kaum kuffar tanpa adanya filter, identitas khas umat ini akan melemah. Kekuatan Islam selalu ada karena berpegang teguh pada wahyu, tuntunan Nabi, dan karakter yang telah Allah 'Azza wa Jall berikan kepada Umat ini.
Pesan beliau bukanlah tentang menolak dunia, melainkan tentang menjaga kemurnian iman.
Caranya:
● Dengan memperkuat diri di atas Sunnah (tuntunan Nabi).
● Dengan menyesuaikan gaya hidup kita dengan petunjuk para Nabi.
● Dengan menolak tren, ideologi, dan perilaku yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Semakin kita menyerupai cara hidup Nabi, semakin besar kehormatan, kestabilan, dan kebaikan yang kembali pada umat ini.
Sebaliknya, semakin kita larut meniru kaum kuffar, semakin kita kehilangan kejelasan arah, tujuan hidup, dan kekuatan spiritual.
Identitas itu dipertahankan, bukan melalui slogan, melainkan dengan menghayati Islam secara otentik.
Semoga Allah menguatkan kita di atas jalan yang lurus, melindungi hati kita dari penyimpangan, dan memberi kita kemampuan untuk mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (semoga selawat dan salam tercurah padanya) dengan penuh ketulusan
Ustadz reza