Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullah-:
«مَنْ تَغَافَلَ عَنْ عُيُوبِ النَّاسِ، وَأَمْسَكَ لِسَانَهُ عَنْ تَتَبُّعِ أَحْوَالِهِمُ الَّتِي لَا يُحِبُّونَ إِظْهَارَهَا؛ سَلِمَ دِينُهُ وَعِرْضُهُ، وَأَلْقَى اللهُ مَحَبَّتَهُ فِي قُلُوبِ العِبَادِ، وَسَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ؛ فَإِنَّ الجَزَاءَ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ، وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ»
“Siapa yang memilih untuk tidak memperhatikan aib-aib orang lain, dan menjaga lisannya dari mengusut keadaan mereka yang tidak mereka suka untuk dibuka, maka agamanya akan tetap selamat dan kehormatannya terlindungi. Allah akan menanamkan kecintaan terhadap dirinya di hati manusia, dan Allah pun akan menutupi kekurangannya. Karena balasan itu sejalan dengan jenis perbuatan, dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”
Ustadz didik suyadi