Kamis, 27 November 2025

Sebab Hanyalah Perantara, Bukan Pencipta Manfaat dan Bahaya]Berdasarkan: I‘anah al-Mustafid, Syaikh Shalih l-Fauzan, Jilid 1 hlm. 155

[Sebab Hanyalah Perantara, Bukan Pencipta Manfaat dan Bahaya]
Berdasarkan: I‘anah al-Mustafid, Syaikh Shalih l-Fauzan, Jilid 1 hlm. 155

Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan kaidah penting dalam akidah: segala manfaat dan mudarat hakikatnya berasal dari Allah, sedangkan makhluk dan benda-benda di alam ini hanyalah sebab (perantara). Makan dan minum dari makanan yang baik memang memberi manfaat bagi tubuh, tetapi makanan itu sendiri tidak menciptakan manfaat. Sang pencipta manfaat hanyalah Allah سبحانه وتعالى.
 Demikian pula racun yang mematikan atau api yang membakar; keduanya tidak bertindak secara independen, melainkan hanya bekerja sebagai sebab yang Allah ciptakan.

Beliau mencontohkan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salām ketika dilemparkan ke dalam api. Allah berfirman dalam ayat lain:
﴿قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ﴾
"Kami berfirman: ‘Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim’."

Saat itu, sifat membakar api dicabut oleh Allah, sehingga api menjadi dingin dan menyelamatkan. Hal ini membuktikan bahwa api tidak mandiri dalam memberi bahaya, tetapi tunduk kepada kehendak Allah. Demikian pula semua sebab, bisa diputus efeknya kapan saja oleh Allah.

Ketika Syaikh Shalih membahas bab “man tabarraka bi hajar aw syajar” – orang yang mencari barakah dari batu atau pohon – beliau menegaskan: barang siapa meyakini batu, pohon, atau benda lain sebagai sumber barakah tanpa dalil dari Allah, maka ia telah jatuh pada syirik. Barakah (keberkahan: banyaknya kebaikan, tetapnya, dan berkembangnya) hanya dari Allah, dan hanya ada pada sebab-sebab yang Allah tetapkan sebagai mubārak, seperti:
• Air Zamzam,
• Para nabi,
• Ka‘bah al-Musyrifah.

Allah berfirman:
﴿إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ﴾
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."

Namun Ka‘bah sendiri tidak menciptakan barakah; barakahnya ada pada ibadah-ibadah yang Allah syariatkan di sekitarnya: thawaf, shalat, haji, umrah, dan selainnya. Maka barakah bukan sifat mandiri benda, tetapi pemberian Allah melalui sebab-sebab yang Dia pilih.
ustadz hasan al jaizy