Rabu, 26 November 2025

Jesus Menikah, Poligami, dan Punya Anak.”

Tadi selepas shalat Ashar, saya sempat membuka situs Abdul Jauzaa. Di antara banyak tulisan yang ada disitus tsb, ada satu judul yang langsung menarik perhatian saya : “Jesus Menikah, Poligami, dan Punya Anak.”

Dan jujur saja, semakin dibaca, semakin sulit bagi siapa pun untuk tetap bertahan dengan keyakinan bahwa Isa -Yesus- adalah “Anak Tuhan”, sementara beliau sendiri tidak pernah sekalipun berkata dengan lisannya: “Akulah Anak Tuhan, maka sembahlah Aku.” Tidak satu pun.

Lalu apa sebenarnya yang berusaha ditutup-tutupi gereja selama ribuan tahun?

Mari tengok penelitian panjang seorang pakar sejarah dan teologi asal Sydney, Prof. Dr. Barbara Theiring. Dua puluh tahun beliau meneliti Naskah Laut Mati manuskrip paling tua yang menjadi kunci memahami komunitas Yahudi awal, termasuk konteks hidup Yesus. Dari penelitian panjang itulah lahir buku “Jesus The Man”, dan buku lainnya “Jesus & the Riddle of the Dead Sea Scrolls”.

Dan dari sanalah fakta-fakta itu muncul ke permukaan: Yesus menikah. Bahkan berpoligami. Simak Artikelnya dibawah

***

Jesus Menikah, Poligami, dan Punya Anak

Apakah kita masih mempunyai alasan yang lebih kuat untuk tetap berkeyakinan bahwa Jesus adalah Anak Tuhan, sementara kita dihadapkan pada fakta bahwa Jesus sendiri tidak pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH ANAK TUHAN MAKA SEMBAHLAH AKU ….

Yang pertama mari kita lihat pendapat para pakar sejahrawan dan pakar Theologi dan Alkitab Yang bernama Prof. Dr. Barbara Theiring berasal dari Sidney Australia yang mendalami Naskah Laut Mati yaitu Naskah tertua injil tertua yang ditemukan di Laut Mati, beliau memelajari selama 20 Th dan akhirnya terciptalah buku Jesus The Man, kemudian menghubungkan dengan ayat Bible (Injil) dan menemukan bahwa ternyata Nabi Isa itu bukan hanya menikah tapi Beliau juga Berpoligami.

Dalam buku Jesus The Man dijelaskan bahwa upacara-upacara pernikahan Yesus ini berusaha dikaburkan oleh gereja. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Injil Markus 14 :3:

Datanglah seorang membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus.

Silahkan baca lagi injil Lukas 7:37-38:

Maria Magdalena membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakinya, lalu membasahi kakinya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakinya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Menurut para pakar sejahrawan dan dan Alkitab Prof. Dr. Barbara Theiring dalam bukunya Jesus The Man, upacara seorang wanita membawa minyak wangi, kemudian menuangkan kerambutnya kemudian mengusapkan rambutnya kepada kaki laki-laki serta mencium kaki laki-laki merupakan pernikahan bangsawan Yahudi.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca Kidung Agung 1:

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah …

Lihat lagi Injil Lukas 7:37-38, dengan jelas Maria Magdalena mencurahkan minyak dan mencium kaki Yesus.

Jadi ini adalah upacara PERNIKAHAN BANGSAWAN YAHUDI. Tapi sayangnya dalam Injil upacara seperti ini disembunyikan…! Seolah-olah istilah ini adalah Maria Magdalena adalah perempuan berdosa datang meminta ampun kapada Yesus. DAN ITU TIDAKLAH BENAR. Itu adalah perbuatan Gereja yang berusaha menutupi fakta sejarah bahwa Yesus sebenarnya pernah menikah di Kana’an. Untuk lebih jelasnya pada bukunya Prof. Dr. Barbara Theiring yang bejudul Jesus The Man mengatakan : Pernikahan Yesus dan Maria Magdalena sangat jelas kelihatan dari kata-kata di dalam Injil (seperti yang terlampir di atas) KARENA SEORANG PEREMPUAN MENCIUM LAKI-LAKI YANG BUKAN MUHRIMNYA ITU HUKUMANNYA, ADALAH HUKUMAN MATI.

Nah..! Sekarang kenapa dalam injil Lukas Maria Magdalena yang mencium kaki Yesus tidak dihukum Mati…? Jawabannya adalah karena Maria Magdalena dan Yesus sedang melaksanakan upacara pernikahan.

Setelah keempat Injil seolah-olah bungkam terhadap pernikahan Yesus .., ternyata masih ada Injil yang menyatakan bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus. Injil itu adalah Injil Filipus, dan Injil ini ditolak dan dianggap apokripa oleh Gereja. Mengapa ditolak …? Karena kalau Gereja menerima Injil Filipus maka Yesus yang dikatakan Anak Allah dan dikatakan sebagai Tuhan itu ternyata mempunyai istri dan punya anak; berarti akan ada anak Tuhan dan ada Cucu Tuhan…!

Dan untuk mengetahui kapan Yesus menikah, silahkan baca Prof. Dr. Barbara Theiring dalam bukunya Jesus & the Riddle of the Dead Sea Scroll (Naskah Laut Mati), Harper San Fransisco, New York 1992, di buku ini dijelaskan kronologi perkawinan Yesus. Perkawinan Yesus yang pertama (kawin gantung) dengan Maria Magdalena diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 22 September 30 M, Jam 18.00, bertempat di Ain Feshkah (Palestina).

Kemudian selanjutnya Perkawinan yang kedua adalah hari Kamis, pada tanggal 19 Maret 33 M, jam 24.00, di Ain Feshkah, Yesus kawin dengan Maria Magdalena kedua kalinya. Apakah tanggal 19 Maret 33 M itu adalah tanggal 19 Maret di mana besok malamnya Yesus disalib.

Jadi jelas tanggal 19 Maret Yesus dan Maria Magdalena itu menikah dengan Yesus dan sudah hidup bersama-sama. ini diperlihatkan berdasarkan Injil Yohanes 12:3,  jadi Maria Magdalena yang mencurahkan minyak dan mencium kaki Yesus pada Injil Lukas adalah upacara pernikahan, dan pada Injil Yohanes 12:3 adalah RESEPSI PERKAWINAN. PADA WAKTU ITULAH TAMU-TAMU DIUNDANG DAN KARENA BANYAKNYA TAMU YANG DATANG AKHIRNYA KEHABISAN ARAK.

DI DALAM INJIL Bunda Maria mengatakan pada Yesus bahwa arak habis. Maka dari itu mukjizat Yesus yang diberikan Allah yang pertama yaitu mengubah Air menjadi arak.  jadi mukjizat Yesus yang pertama bukan menyembuhkan penyakit dan menghidupkan orang mati, tapi mengubah air menjadi arak. Lalu apakah Yesus setelah mengawini Maria Magdalena tidak kawin lagi?

Pada malam Selasa pada tanggal 17 Maret 50, jadi 17 tahun setelah resepsi perkawinan dengan Maria Magdalena, Yesus kawin dengan Istrinya yang Kedua bernama Lidya.  Jadi Yesus punya 2 istri, Yang pertama dengan Maria Magdalena dan yang kedua dengan Lidya.

Jadi menurut Naskah Laut Mati YESUS TERNYATA POLIGAMI.

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/07/jesus-menikah-poligami-dan-punya-anak.html?m=1

***

Setelah saya membaca artikel di situs tersebut dan menelusuri seluruh data yang beliau paparkan, saya mengambil kesimpulan bahwa gambaran Yesus yang muncul dari penelitian para pakar, naskah kuno, serta Injil-Injil awal sangat berbeda dengan gambaran Yesus versi gereja saat ini. Yang tampak bukan sosok “tuhan” yang dibentuk oleh doktrin, melainkan sosok nabi mulia yang hidup sebagaimana manusia hidup. Seorang manusia pilihan yang menjalani kehidupan dengan fitrah yang wajar: menikah, membangun keluarga, dicintai, dan mencintai.

Penjelasan para peneliti Kristen mengenai upacara minyak wangi dalam tradisi Yahudi, tindakan Maria Magdalena kepada Yesus, dan berbagai catatan tentang ikatan pernikahan mereka menunjukkan bahwa cerita ini bukan karangan umat Islam. Justru bersumber dari kajian para sarjana Kristen sendiri, yang memeriksa naskah-naskah kuno jauh lebih dalam daripada versi Injil yang beredar saat ini. Ketika fakta sejarah menunjukkan bahwa tindakan seperti mencuci kaki, mencium, mengusap dengan minyak wangi adalah upacara pernikahan bangsawan Yahudi, maka perubahan makna yang dilakukan gereja dari “upacara pernikahan” menjadi “adegan perempuan berdosa” bukanlah sesuatu yang lahir dari kejujuran ilmiah, melainkan dari upaya menutupi kenyataan.

Begitu pula ketika Injil Filipus menyebut Maria Magdalena sebagai pasangan Yesus. Ketika kronologi dua kali pernikahan muncul dalam naskah kuno. Ketika upacara pernikahan yang terang-terangan muncul dalam teks justru digeser artinya oleh gereja. Semua ini menunjukkan bahwa yang dipertahankan bukanlah sejarah, tetapi dogma yang sudah telanjur dipancangkan. Gereja tidak sedang menjaga kebenaran, tetapi sedang menjaga citra. Karena jika pernikahan Yesus diakui, maka runtuhlah satu pilar penting yang mereka bangun selama berabad-abad.

Dan pada titik ini pertanyaan yang paling sederhana justru menjadi yang paling berat untuk dijawab: bagaimana mungkin sosok yang hidup sebagai manusia seutuhnya, menikah, menjalani resepsi, hadir dalam perjamuan, bahkan menikah lagi sebagaimana hasil kajian para peneliti, tiba-tiba diangkat menjadi Tuhan? 

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah berkata bahwa dirinya Tuhan, tidak pernah meminta manusia menyembahnya, dan tidak pernah menolak posisinya sebagai hamba Allah, tiba-tiba dijadikan sebagai sosok ilahi oleh generasi yang bahkan tidak hidup pada zamannya?

Umat Kristiani sering marah ketika umat Islam mengatakan bahwa Yesus adalah manusia. Padahal kalau mereka jujur pada diri sendiri, semua data sejarah yang menunjukkan kemanusiaan Yesus bukan datang dari umat Islam, tetapi dari para ilmuwan Kristen yang mempelajari naskah-naskah tua tanpa kacamata dogma. Jadi sebelum menuduh umat Islam memelintir sejarah, tanyakan dulu: 

1. Mengapa gereja perlu menyembunyikan fakta pernikahan Yesus? 

2. Mengapa status Maria Magdalena harus diubah? 

3. Mengapa Injil yang terlalu terbuka justru dianggap apokripa? Apa sebenarnya yang ditakuti?

Islam tidak pernah merendahkan Yesus. Justru Islam memuliakannya sebagai nabi besar, hamba Allah yang suci, manusia mulia yang membawa risalah tauhid. Fakta bahwa beliau menikah bahkan berpoligami tidak mengurangi kemuliaannya sedikit pun. Yang terganggu hanyalah bangunan teologi gereja, bukan kehormatan Nabi Isa.

Dan pada akhirnya, satu pertanyaan yang tidak bisa disembunyikan lagi berdiri di hadapan siapa pun yang mau jujur: Jika Yesus hidup sepenuhnya sebagai manusia, tidak pernah mengaku Tuhan, tidak pernah meminta disembah, dan seluruh sejarah awal menggambarkannya sebagai hamba Allah… mengapa kalian masih menuhankannya?