[Hanbali: Marriage: The Wife Requires Her Husbands Permission to Seek Employment]
1. Imam Al-Futuhi says:
"And it is not valid for a woman to rent herself out (become employed) for breastfeeding or any other service after Marriage without the permission of her husband - although if she makes a contract to rent herself out before marriage, (and gets married afterwards) then her contract is valid and binding upon her." [Muntaha Al-Iraadat]
2. Imam Al-Buhuti has an additional benefit, he says:
"That is because, by her becoming an employee, the husband is missing out on his rights over her." [Ar-Rawd Al-Murbi]
~
Ad-Dafanti:
The example of "missing out on his rights over her" can be understood in our modern workplace. Her *boss* at work will be given access to her and she will give him her obedience, for a fee. That obedience is the right of the husband - and we are not sure how a man can allow his wife to say: "Yes Sir, right away!" - to another man.
Indeed, we are not sure how a man *who is capable of providing fully for his wife* (as opposed to those who have no choice, who we do not blame at all) can allow his wife to be rented out (Ijarah) for an increased income - that seems very close to prostitution.
We hear that infidelity happens all the time in these work places, but alhamdullileh, we don't know anything about that, we forbade our wife from working as soon as we got married, and she has to not worked in close to ten years.
Her work is taking care of Three:
{The Man of Fish} and his seeds.
"حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ، لاَ صَخَبَ فِيهِ وَلاَ نَصَبَ."
Narrated Abu Huraira:
Gabriel {ﷺ} came to the Prophet (ﷺ) and said, "O Allah's Messenger (ﷺ) ! This is Khadija coming to you with a dish having meat soup (or some food or drink). When she reaches you, greet her on behalf of her Lord and on my behalf, and give her the glad tidings of having a Qasab palace in Paradise wherein there will be neither any noise nor any fatigue (trouble) . " [Muslim]
{لا اله إلا أنت سبحانك}
{اني كنت من الظالمين}
https://www.facebook.com/share/p/1JkLuNiMa4/
[Hanbali: Dalam Pernikahan, Istri Butuh Izin Suami untuk Bekerja]
Imam Al-Futuhi menjelaskan:
“Seorang wanita tidak boleh mengambil pekerjaan apa pun setelah menikah—baik menyusui, pekerja jasa, atau yang lain, kecuali dengan izin suaminya.
Tapi kalau dia sudah terikat kontrak kerja sebelum menikah, lalu menikah setelahnya, maka kontrak itu sah dan dia wajib menyelesaikannya.”
— Muntaha Al-Iradat
Imam Al-Buhuti menambahkan catatan penting:
“Karena ketika seorang istri bekerja untuk orang lain, suami akan kehilangan sebagian haknya atas sang istri.”
— Ar-Raudh Al-Murbi’
Penjelasan Ad-Dafanti :
Contoh dari “hilangnya hak suami” itu gampang dilihat di dunia kerja modern.
Kalau istri bekerja, otomatis ada laki-laki lain (atasannya) yang memberi perintah, dan ia pun menuruti arahan itu demi dibayar.
Sementara ketaatan seperti itu sebenarnya hak suami, bukan hak laki-laki asing.
Maka sulit dipahami, bagaimana ada suami yang sebenarnya mampu menafkahi penuh istrinya, tapi tetap membiarkannya “disewakan tenaganya” (ijarah) demi menambah penghasilan. Kalau mau jujur, bentuknya itu mirip-mirip prostitusi yang dibungkus profesionalitas.
Dan kita semua sudah sering dengar: urusan selingkuh di kantor itu bukan cerita baru.
Alhamdulillah, kami tidak terlibat hal-hal seperti itu. Sejak menikah, saya melarang istri bekerja, dan sudah hampir sepuluh tahun ia tidak bekerja.
Pekerjaannya hanya satu:
menjaga “Lelakinya” dan anak-anaknya.
Kemudian Ad-Dafanti mengutip hadits berikut:
Jibril datang kepada Nabi ﷺ dan berkata:
“Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa makanan atau minuman.
Bila ia sampai kepadamu, sampaikan salam dari Tuhannya dan dariku,
dan kabarkan bahwa ia akan mendapat sebuah rumah di surga dari mutiara,
rumah yang tidak ada kebisingan dan tidak ada keletihan di dalamnya.”
— HR. Muslim
لا إله إلا أنت سبحانك، إني كنت من الظالمين
“Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menzalimi diri sendiri.”
Ustadz reza