Jumat, 28 November 2025

Keluar (memberontak) terhadap para penguasa termasuk perbuatan orang-orang rendahan, maka berhati-hatilah

Keluar (memberontak) terhadap para penguasa termasuk perbuatan orang-orang rendahan, maka berhati-hatilah.”

Qadhi ‘Iyadh dalam biografi Qar‘us bin al-‘Abbas ats-Tsaqafi (w. 220 H) berkata:

“Ia termasuk orang yang dituduh menghasut dan melakukan gerakan bangkit melawan penguasa. Maka ia pun diseret bersama orang-orang lainnya dalam keadaan terikat, dan didirikan di bawah tikar eksekusi. Lalu seorang pemuda berbicara kepadanya atas nama sang amir, al-Hakam, dan berkata kepadanya:

‘Orang sepertimu—dari kalangan ahli agama dan penjaga amanah ilmu—mengikuti orang-orang rendahan?
Jika urusan mereka terlaksana, berapa banyak tirai kehormatan yang akan disingkap?
Berapa banyak kehormatan wanita (kehormatan keluarga) yang akan dinodai?
Hingga muncul seorang imam yang memberi kenyamanan bagi manusia.’

Maka Qar‘us berkata:
‘Aku berlindung kepada Allah untuk melakukan atau mengikuti hal seperti itu, baik dengan tangan maupun lisan.
Karena aku telah mendengar Malik dan ats-Tsauri berkata:
“Penguasa zalim selama tujuh puluh tahun lebih baik daripada umat yang tidak memiliki penguasa walau hanya sejam pada siang hari.””

— Tartib al-Madarik
Dr Abul hasan ali bin jadullah