“Saat Heraklius Tersentak: Mengapa Pasukan Besar Kalah dari Kaum Beriman?”
Heraklius dilanda kegelisahan dan kesedihan karena kekalahannya dalam Perang Yarmuk. Padahal pasukannya berjumlah 240.000 tentara atau lebih, sedangkan pasukan kaum Muslimin hanya sekitar 38.000 tentara.
Ketika sisa-sisa pasukannya kembali kepadanya, ia berkata:
"Celakalah kalian, beritahu aku! Bukankah mereka (kaum Muslimin) manusia biasa seperti kalian?"
Mereka menjawab: "Benar!"
"Kalian lebih banyak atau mereka?"
Mereka menjawab: "Kami lebih banyak..."
Heraklius bertanya:
"Lalu mengapa kalian kalah?! Apa sebabnya kalian selalu mundur?"
Salah seorang dari mereka berkata:
"Aku akan memberitahumu, tapi berikan aku jaminan keselamatan."
Heraklius berkata:
"Katakanlah, engkau aman."
Laki-laki itu berkata:
"Mereka juga manusia seperti kami, tetapi mereka melaksanakan shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, menepati janji, menyuruh kepada kebaikan, melarang kemunkaran, dan berlaku adil di antara mereka.
Sedangkan kami: minum khamr, berzina, melakukan keharaman, mengingkari janji, mudah marah, berbuat zalim, memerintahkan hal-hal yang dimurkai, melarang hal-hal yang diridhai Tuhan, dan membuat kerusakan di bumi."
Dan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata:
**"Kita mengalahkan mereka dengan ketaatan kita dan banyaknya dosa mereka.
Maka jika dosa kita dan dosa mereka sama, niscaya mereka akan mengalahkan kita."**
— Al-Bidāyah wa an-Nihāyah karya Ibnu Katsir
1. Kekuatan Sejati Bukan pada Jumlah, tetapi pada Ketaatan
Pasukan Romawi berjumlah lebih dari 240.000, sementara kaum Muslimin hanya sekitar 38.000. Namun kemenangan tetap berada di pihak Muslimin.
Pelajaran:
Kemenangan tidak diukur dari banyaknya jumlah pasukan atau kekuatan materi.
Allah menolong hamba-Nya ketika mereka taat, ikhlas, dan menjaga agama.
> “Berapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” (QS. Al-Baqarah: 249)
2. Amalan Malam dan Disiplin Ibadah Menguatkan Hati
Prajurit Romawi berkata:
> “Mereka shalat malam, berpuasa, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah yang mungkar…”
Pelajaran:
Shalat malam membangunkan kekuatan ruhani dan keteguhan jiwa.
Puasa melatih kesabaran dan mengendalikan hawa nafsu.
Keteguhan dalam amar ma’ruf nahi munkar menegakkan moralitas dan kedisiplinan umat.
3. Maksiat Melemahkan Kekuatan
Prajurit Romawi melanjutkan:
> “Sedangkan kami minum khamar, berzina, melanggar janji, marah, zalim, dan merusak di bumi…”
Pelajaran:
Dosa meruntuhkan kekuatan dari dalam.
Maksiat membuat seseorang tidak fokus, lemah tekad, dan mudah dikalahkan.
Masyarakat yang rusak moralnya tidak dapat berdiri kokoh menghadapi musuh.
4. Perkataan Umar bin al-Khattab: Kunci Kemenangan Umat
Umar berkata:
> “Kita mengalahkan mereka dengan ketaatan kita dan banyaknya dosa mereka. Jika dosa kita sama dengan mereka, maka mereka akan mengalahkan kita.”
Pelajaran:
Umat ini tidak akan menang hanya dengan teknologi atau jumlah, tetapi dengan ketaatan kepada Allah.
Ketika umat mulai mengikuti gaya hidup maksiat, kehinaan akan datang.
Setiap dosa yang dilakukan individu memberi dampak pada kondisi umat secara keseluruhan.
5. Hubungan antara Kondisi Spiritual dan Kekalahan atau Kemenangan
Kisah ini mengajarkan bahwa kondisi ruhani suatu bangsa mempengaruhi hasil pertempuran atau tantangan hidup.
Pelajaran:
Hati yang bersih, taat, dan dekat dengan Allah menimbulkan keteguhan luar biasa.
Hati yang penuh maksiat menjadi rapuh dan mudah kalah, bahkan sebelum menghadapi musuh.
6. Pentingnya Menepati Janji dan Menjaga Integritas
Muslim memenangkan hati musuh karena kejujuran dan integritas mereka.
Pelajaran:
Keberkahan hidup datang dari sifat amanah.
Individu yang jujur lebih dihormati dan lebih kuat auranya.
Pengkhianatan adalah penyebab kehinaan.
7. Bangsa yang Bermoral adalah Bangsa yang Tangguh
Ketika kaum Muslimin kuat akidahnya, ibadahnya, dan akhlaknya—mereka menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan.
Pelajaran:
Pendidikan spiritual adalah fondasi kejayaan umat.
Rumah tangga, sekolah, dan masyarakat harus membangun moral sebelum membangun fisik.
8. Maksiat Mengundang Kemurkaan Allah dan Menghilangkan Pertolongan
Romawi bukan kalah karena strategi militer semata, tetapi karena Allah mencabut keberkahan mereka.
Pelajaran:
Jangan meremehkan dosa kecil; dosa kecil jika terus dilakukan menjadi penyebab hilangnya keberkahan hidup.
Pertolongan Allah adalah segalanya.
Ustadz ahmad laode