Rabu, 26 November 2025

Mengapa Disebut “Allah Ahad” tanpa Alif-Lam?]Berdasarkan: Tafsir Surat al-Ikhlash karya Ibn Rajab al-Hanbaly, Juz 2 hlm. 540–541

[Mengapa Disebut “Allah Ahad” tanpa Alif-Lam?]
Berdasarkan: Tafsir Surat al-Ikhlash karya Ibn Rajab al-Hanbaly, Juz 2 hlm. 540–541

Allah berfirman:
﴿قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ﴾
Ibn Rajab menjelaskan pertanyaan: Mengapa dikatakan «اللَّهُ أَحَدٌ» bukan «الأَحَد» sebagaimana pada kata «الصَّمَد»?

Jawabannya: sifat Ash-Shamad bisa digunakan untuk selain Allah dalam bahasa Arab, sehingga diberi alif-lam: ﴿اللَّهُ الصَّمَدُ﴾ untuk menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya yang sempurna dalam sifat ash-shamad. Alif-lam digunakan untuk menunjukkan kesempurnaan mutlak, sebagaimana ucapan Arab: “Zaid huwa ar-rajul”—yakni Zaid adalah lelaki yang sempurna sifat kelelakiannya.

Sebaliknya, kata Ahad tidak pernah digunakan untuk selain Allah, sehingga tidak diperlukan alif-lam.

Tentang makna Ash-Shamad, Ibn Rajab menyebut bahwa para salaf memiliki dua penafsiran utama yang saling berdekatan:
1. Ash-Shamad adalah tuan dan pemimpin yang menjadi tempat bergantung seluruh makhluk, sebagaimana penjelasan Ibn ‘Abbas dan ahli bahasa.
2. Ash-Shamad adalah Dzat yang tidak memiliki rongga, tidak makan dan tidak minum, sebagaimana riwayat dari Ibn Mas‘ud dan hadits Abu Hurairah.
Dua makna ini bertemu dalam satu titik: Allah adalah Dzat yang sempurna, tidak membutuhkan apa pun, dan seluruh makhluk membutuhkan-Nya.
ustadz hasan al jaizy