[Tanda-Tanda ‘Ain (Mata Hasad) pada Diri dan Harta]
Berdasarkan: al-Manhal al-Ma’in fī Itsbat Haqiqat al-Hasad wal-‘Ain, Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman n al-Jibrin, hlm. 123–124
Syaikh ‘Abdullah al-Jibrin menjelaskan bahwa ‘ain (mata hasad) memiliki tanda-tanda yang dikenal secara lahir. Biasanya, ‘ain muncul ketika seseorang atau harta memiliki keutamaan tertentu yang menonjol, kemudian keutamaan itu berubah secara tiba-tiba:
• seseorang yang tadinya sehat kuat mendadak sakit berat,
• rumah tangga yang tenang tiba-tiba penuh pertengkaran,
• bisnis yang tadinya laris tiba-tiba hancur atau macet,
• kendaraan mewah terus-menerus mengalami kerusakan atau kecelakaan,
• anak-anak yang sebelumnya ceria dan patuh, tiba-tiba berubah sikap dan perilaku tanpa sebab jelas.
Serangan ‘ain juga bisa mengenai penglihatan seseorang yang tadinya tajam, gerak tubuh yang tadinya lincah, atau harta yang melimpah. Terkadang semua itu rusak dengan cara yang tidak terduga: kecelakaan, kebakaran, kerusakan beruntun, atau musibah lain yang sulit dijelaskan secara medis atau teknis.
Syaikh al-Jibrīn menegaskan, apabila seseorang berulang kali memeriksakan diri ke dokter dan hasil pemeriksaan menyatakan ia sehat, namun ia tetap mengalami keluhan berat, kejang, atau sakit yang berpindah-pindah, dan ketika diruqyah dengan ruqyah syar‘iyyah justru membaik, maka hal itu menguatkan indikasi bahwa ia terkena ‘ain. Dengan izin Allah, ‘ain itu bisa hilang melalui ruqyah syar‘iyyah, doa, dzikir, dan sebab-sebab yang diajarkan syariat, sehingga orang tersebut dikatakan: “Ia terkena ‘ain hasid, lalu Allah menyembuhkannya melalui sebab-sebab yang diambil oleh para peruqyah.”