Kamis, 27 November 2025

Hanbali: Calling Adhan is better than leading prayer

[Hanbali: Calling Adhan is better than leading prayer]

~

Imam Al-Buhuti in his Sharh upon Al-Futuhi's Muntaha states:

{And} the adhan is also better than {the imamate} due to the Elevated Hadith of Abu Hurayrah which states: (That Rasullulah {ﷺ} said:)

"The Leader (Imam) is held responsible, and the 
Caller (Muaddhin) is a trustee, O Allah, guide the 
Leaders and forgive the Callers"

(Al-Buhuti continues:)This Hadith was related by Imam Ahmad, Abu Dawud and Tirmidhi.

As for the rationale:

Being a trustee is higher than being held responsible 
And Forgiveness is higher than Guidance.

~

[Ad-Dafanti:]

If a man is guided to Allah in this life, and meets Allah unforgiven in the next, he has only met his own destruction.

Yet, if a man spends his entire life misguided, but dies a believer, and meets Allah forgiven - what has he meet except {Ar-Rahman}

{؟}

{ سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ }

[Surah Al-Ḥadīd: 21]
Race toward forgiveness from your Lord and a Garden whose width is like the width of the heavens and earth, prepared for those who believed in Allāh and His messengers. That is the bounty of Allāh which He gives to whom He wills, and Allāh is the possessor of great bounty.

Madzhab Hanbali: Mengumandangkan Adzan Lebih Utama daripada Menjadi Imam

Imam Al-Buhuti dalam Syarh Muntaha Al-Irodat menyatakan :

Mengumandangkan adzan bahkan lebih utama daripada menjadi imam shalat. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurayrah, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Imam (pemimpin shalat) akan dimintai pertanggungjawaban, sedangkan muadzin (yang mengumandangkan adzan) adalah seorang yang dipercaya. Ya Allah, tunjukkanlah para imam kepada jalan-Mu dan ampunilah para muadzin.”

Imam Al-Buhuti melanjutkan: hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi.

Logikanya :
Menjadi orang yang dipercaya (muadzin) lebih mulia daripada orang yang dimintai pertanggungjawaban (imam), dan mendapatkan ampunan tentunya lebih tinggi nilainya daripada sekadar mendapat petunjuk.

---

[Ad-Dafanti:]

Bayangkan ini: seorang manusia hidupnya dibimbing oleh petunjuk Allah di dunia, tapi ketika meninggal, ia tidak diampuni oleh Allah, maka yang ia temui hanyalah kehancurannya sendiri.

Sebaliknya, jika seseorang hidupnya banyak salah dan dosa di dunia, tapi meninggal sebagai seorang mukmin yang beriman, dan Allah mengampuninya, maka yang ia temui hanyalah Ar-Rahman yang Maha Penyayang.

Seperti firman Allah:

“Berlombalah untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disiapkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itu adalah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memiliki karunia yang amat besar.”
(QS. Al-Hadid: 21)
Ustadz reza