Minggu, 30 November 2025

Umrah Menurut Kebiasaan Orang Saudi

Umrah Menurut Kebiasaan Orang Saudi 

Kemarin sore, tepatnya shalat Maghrib, Syaikh Shalih Al Fauzan ikut shalat di belakang Syaikh Yasir Ad Dausari yang bertugas sebagai imam. 

Kehadiran Syaikh Al Fauzan ke Mekkah adalah untuk menunaikan ibadah umrah. Hal ini nampak pada kain ihram yang beliau kenakan, dan juga dalam keadaan tanpa penutup kepala.

Pernah ada yang mengatakan: "Waah, enak ya. Tinggal di Saudi bisa melakukan umrah setiap hari." 

Iya sih. Bagi orang Saudi, khususnya yang tinggal di Mekkah, bisa melaksanakan umrah setiap hari. 

Perlu diingat, umrah itu butuh waktu, dan juga perlu tenaga yang kuat. Kalau dilakukan setiap hari, amat sangat memberatkan. 

Untuk jamaah asal Indonesia, bisa saja sekali safar dia melaksanakan umrah sampai berkali-kali. Bahkan ketika musim haji, ada yang sampai 20 kali. 

Orang Saudi tidak begitu mindsetnya. Mungkin karena Ka'bah ada di dekat mereka, jadi tidak terlalu ngoyo dalam umrah. 

Pikirnya, kapan saja bisa berangkat, gak perlu visa untuk mengurus. Jadi gak perlu berkali-kali umrah dalam setiap safar. 

Apalagi, fatwa sebagian ulama Saudi mengatakan bahwa umrah cukup 1 kali saja dalam sebuah perjalanan. 

Kapan Orang Saudi Berumrah? 

Umumnya, orang Saudi, yang tinggal jauh dari Mekkah, seperti si Riyadh, Dammam, Majma'ah, dll, melaksanakan umrah hanya pada momen tertentu seperti liburan sekolah. 

Hal ini, mengingat jarak yang cukup jauh dan mencari momen yang pas untuk melaksanakan umrah. 

Para masyayikh pun, tidak setiap bulan mereka melaksanakan umrah. Mereka hanya sesekali saja, pada momen tertentu. 

Seperti kisah yang dituturkan Syaikh Abdurrahman Al Barrak. Beliau ikut umrah pada saat kecil. Dan kembali safar ke Mekkah ketika memasuki usia remaja.
ustadz budi marta