Rabu, 26 November 2025

HAKIKAT DIRI KITA

HAKIKAT DIRI KITA

✍ al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, 

يَا مِسْكِيْنُ ! أَنْتَ مُسِيءٌ ، وَتَرَى أَنَّكَ مُحْسِنٌ ، وَأَنْتَ جَاهِلٌ ، وَتَرَى أَنَّكَ عَالِمٌ ، وَتَبْخَلُ ، وَترَى أَنَّكَ كَرِيْمٌ ، وَأَحْمَقُ ، وَتَرَى أَنَّك عَاقِلٌ ، أَجَلُكَ قَصِيْرٌ، وَأَمَلُكَ طَوِيْلٌ

"Hai miskin! Engkau jahat tapi merasa baik; engkau bodoh tapi merasa pandai; engkau pelit tapi merasa dermawan; dungu tapi merasa berakal; ajalmu pendek tapi berangan-angan panjang. 

adz-Dzahabi rahimahullah mengomentari perkataan beliau di atas dalam kitabnya, 

قُلْتُ : إِي وَاللهِ ، صَدَقَ ، وَأَنْتَ ظَالِمٌ وَترَى أَنَّك مَظْلُوْمٌ ، وَآكِلٌ لِلْحَرَامِ وَترَى أَنَّك مُتَوَرِّعٌ ، وَفَاسِقٌ وَتَعتَقِدُ أَنَّكَ عَدْلٌ ، وَطَالِبُ العِلْم لِلدُّنْيَا ، وَتَرَى أَنَّك تَطْلُبُهُ للهِ

"Komentar saya (adz-Dzahabi), 'Benar, demi Allah! Engkau zalim tapi merasa dizalimi; engkau makan yang haram tapi merasa wara'; engkau fasik tapi merasa shalih; engkau menuntut ilmu agama untuk memperoleh dunia tapi merasa menuntutnya ikhlas karena Allah." [Siyar A'lam an-Nubala 8/440]
Ustadz ikhwan M