Dalam sebuah ceramahnya, Syaikh Dr. Shalih bin Humaid hafizhahullah (beliau adalah Imam
& Khotib Masjidil Haram) pernah berkata,
“Jauhilah bersahabat dengan orang yang apabila dia sudah merasa cukup, ia pun meninggalkanmu.”
Ya, sebagian manusia ketika menjalin persahabatan, mereka bersahabat hanya karena dari sisi dunia semata, ketika mereka sudah merasa cukup, tidak butuh lagi sahabatnya, sahabatnya itu tak lagi memberikan keuntungan dunia, mereka pun berubah lalu meninggalkannya.
Betapa miripnya mereka ini dengan perumpamaan yang pernah disampaikan oleh syaikh Muhammad Said Ruslan hafizhahullah,
“Karena sesungguhnya hal pertama yang dilakukan oleh orang buta ketika dia bisa melihat adalah membuang tongkatnya.”
Ya, persahabatan yang bukan karena Allah, cepat atau lambat dia akan sirna. Hanya yang karena Allah sematalah yang akan kekal hingga Surga Firdaus-Nya.
Sebagaimana perkataan Imam Malil rahimahullah,
“Sesuatu yang dilakukan karena Allah, niscaya akan kekal selamanya.”
Semoga Allah menganugerahkan kita sahabat-sahabat yang tulus dan sholeh, yang bersahabat semata karena-Nya.
Karena hanya persahabatan jenis ini sajalah yang dapat mengeluarkan kita dari panasnya api neraka.
Ustadz boris tanesia