Dua Kewajiban Yang ada Di Pundak Seorang Ayah ๐ ๐
Asy-Syaikh Dr. Abdullah bin Umar Al-Mar'iy Hafizhahullah
ูุง ูููู ุฃู ุชูุฌู ููุณู ู
ู ุงููุงุฑ، ุจู ูุฌุจ ุนููู ุฃู ุชุจุฐู ุงูุฃุณุจุงุจ ููุฌุงุฉ ุฃููู ูุฃุณุฑุชู ูุฃุจูุงุฆู، ููู
ุง ูุงุฌุจุงู ุงุซูุงู: ูุงุฌุจ ูุชุนูู ุจุฅุตูุงุญ ููุณู ูุฅูุฌุงุฆูุง ู
ู ุงููุงุฑ، ููุงุฌุจ ูุชุนูู ุจู
ู ุชุญุช ูุฏู ู
ู
ู ููุงّู ุงููู ุนุฒ ูุฌู ุฑุนุงูุชู ู
ู ุงูุฃูู ูุงูุฃุจูุงุก.
Tidak cukup hanya menyelamatkan dirimu sendiri dari neraka, tetapi kamu juga wajib berusaha menyelamatkan keluargamu, istrimu, dan anak-anakmu. Maka ada dua kewajiban: kewajiban yang berkaitan dengan memperbaiki diri sendiri dan menyelamatkannya dari neraka, dan kewajiban lainnya berkaitan dengan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabmu, yang Allah Azza wa Jalla amanahkan kepadamu untuk dijaga, yaitu keluarga dan anak-anakmu.
Pelajaran: Tarbiyatul Aulad
---------
✍️ Muhammad Rafli Ilham Al-Atsary