Rabu, 14 Januari 2026

SAAT USTADZMU TAK SEPERTI YANG DIHARAPKAN

SAAT USTADZMU TAK SEPERTI YANG DIHARAPKAN

Pernah merasa patah hati karena ustadz panutan ternyata tak seperti yang diharapkan?

Di luar tampak shalih dan berakhlaq mulia, di belakang ternyata tidak amanah dan penuh  skandal.

Bila dia memang tidak layak diambil ilmunya, maka tinggalkan saja guru seperti itu. 

Tapi...
Jangan sampai semangat belajar agama padam. Cari guru yang lain. 

Kalau lampu kamarmu mati, bukankah yang harus kita lakukan adalah mengganti bolamnya, bukan meninggalkan kamar itu dan tidak kembali ke sana selama-lamanya?

Mari belajar dari kisah Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan oleh Syaikh Syuaib al Arnauth.

Dalam perjalanannya mencari kebenaran, Salman  pernah berguru ke negeri Syam. Namun, guru yang sangat ia hormati ternyata memakan harta manusia tanpa hak. Di belakang ummat, sang guru menggelapkan infaq untuk dirinya sendiri.

Mendapati sang guru seperti itu tidak serta merta membuat Salman berhenti belajar. Beliau terus belajar -dari guru yang lain tentunya- sampai kemudian dipertemukan oleh Allah dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Pelajarannya untuk kita hari ini:
Kalau menemukan ustadz yang selama ini dikira lurus, ternyata banyak ngawurnya, jangan lalu berhenti menuntut ilmu. Teruslah belajar, jangan berhenti. 

Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga. Jangan kau buang tiketmu ke surga, meninggalkan majelis ilmu karena guru yang tak sesuai harapan. 

Pengalaman dengan guru yang gak beres itu jadikan sebagai pelajaran. Lain kali lebih hati-hati.
Uwb