Fatwa ulama tentang membuang air panas
___________________
1. Syaikh bin Baz ditanya : Wahai syaikh, apakah kita harus mengucapkan bismillah, tatkala menuang air panas, karena di khawatirkan ada jin di tempat air tersebut di tuang?
Jawaban : Ya, dia harus mengucapkan bismillah, yang seperti itu guna mengingatkan jika di sana ada jin. Kemudian Syaikh mengatakan : Pernah sesekali aku menghadiri majlis qiro'ah (ruqiyah) terhadap seseorang yang kesurupan. Maka yang meruqiyah bertanya kepada jin yang merasukinya : Mengapa engkau merasukinya? Maka ia pun menjawab : Dia telah menuangkan air panas kepada salah seorang dari anakku, sampai ia membunuhnya. Maka yang meruqiyah pun menimpalinya : Karena ia tidak tau, kalau anakmu ada di tempat itu. Maka jin itupun berkata : Mengapa tidak mengucapkan bismillah! sehingga ia bisa mengingatkannya.
*سئل شيخنا ابن باز;*
هل ياشيخ نقول بسم الله عند صبِّنا الماء الساخن وذلك خشية أن يكون هناك جني في المكان الذي صبَّ فيه الماء ؟
* الجواب :
قال الشيخ نعم يسمي الله وذلك ليُتنبه إن كان هناك قال الشيخ : قد حضرت مرة جلسة قراءة على شخص مصاب بمس فقال الراقي مخاطباً الجني الملتبس بالإنسي لما تلبَّسْتَ به ، فقال: الجنِّي لقد صبَّ الماء الساخن على أحد أبنائي فقتله ، فقال :الراقي له لأنه لا يعرف أن أبنك في ذلك المكان ، فقال : الجنِّي لما لم يسمي الله فيَتَنبه له. انتهى ........
أو كما قال الشيخ حفظه الله.
*📚 وللمزيد الفائدة كلام الشيخ موجود في شرحه لرسالة الدعوة إلى الله وأخلاق الدعاة ( عشرة أشرطة) - لسماحة الشيخ عبدالعزيز بن باز رحمه الله .*
2. Syaikh Zaid Al-Madkhali rahimahullah ta’ala ditanya :
ﻫﻞ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﻘﻮﻝ ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺻﺐّ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﺧﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﺎﺭﻱ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻧﺤﺮﻕ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﺎﺭﻱ ؟
Apakah benar, sebaiknya kita membaca basmalah ketika hendak membuang air panas di selokan, sehingga kita tidak membakar jin di selokan?
Jawaban:
ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺣﺎﻝ ﻻﻳﺼﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﺤﺎﺭ ﻻﻓﻰ ﺍﻟﻤﺠﺎﺭﻱ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﻻﻳﺼﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﺤﺎﺭ؛ ﻻﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻤﻠﻮﺀﺓ ﺑﺎﻟﺴﻜﺎﻥ ﻓﺮﺑﻤﺎ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﻟﻢ ﺍﻟﺠﻦ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﺻﻐﺎﺭﻫﻢ ﻓﻴﺤﺼﻞ ﺍﻹﻧﺘﻘﺎﻡ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﻴﺼﺮﻉ
Bagaimanapun, air panas tidak boleh dituangkan di selokan, tidak pula di tanah, tidak pula di air yang mengalir. Karena bumi ini penuh dengan penghuni, terkadang air panas tersebut mengenai alam jin atau anak-anak mereka, sehingga mereka membalas dendam lalu terjadi kesurupan.
ﻟﺬﺍ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻥ ﻳﺼﺐ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ ﻣﺎﺀﺍً ﺣﺎﺭﺍً ﻓﻠﻴﺒﺮﺩﻩ ﺑﺎﻟﻤﺎﺀ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺎﺭﺩﺍً ﻻﻳﺆﺫﻯ ﻭﻳﺼﺒﻪ ﺳﻮﺍﺀﺍً ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺠﺎﺭﻯ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻫﺎ .
Oleh karena itu jika seorang insan hendak menuangkan air panas, hendaknya ia mendinginkan dulu dengan (dicampur) air sampai dingin dan tidak menyakiti lalu ia membuangnya, apakah di selokan ataukah selainnya.
3. Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah ditanya : Sebagian orang berkata: jangan menuangkan air yang panas di atas tanah kecuali dengan tasmiyyah (mengucapkan Bismillah) karena khawatir dimasuki jin?
Jawaban : Tidak mengapa jika dia menuangkan air panas tanpa tasmiyyah.
Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibni Sanid Libni 'Utsaimin (162)
28_ صب الماء الساخن على الأرض بدون تسمية
سئل فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :بعضهم يقول لا تصب الماء الحار على الأرض إلا بتسمية خشية دخول الجن؟
فأجاب بقوله:مافيه شيء لو صب الماء بدون تسمية.
الكنز الثمين في سؤلات ابن سنيد لابن عثيمين(162)
4. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: "Merasuknya jin ke dalam tubuh manusia memiliki tiga penyebab:
1⃣. Terkadang jin tersebut menyukai orang yang dirasukinya, maka ia merasukinya guna bersenang-senang dengannya. Dan kerasukan jenis ini lebih ringan dan lebih mudah ketimbang jenis yang lainnya.
2⃣. Terkadang ada manusia yang mengganggunya, seperti bila manusia tersebut mengencinginya atau menuangkan air panas kepadanya. Atau terkadang manusia tersebut sampai membunuh sebagian dari mereka, atau selain itu dari berbagai macam gangguan. Ini adalah jenis kerasukan yang paling berat, sering terjadi mereka sampai membunuh orang yang dirasukinya.
3⃣. Terkadang jin itu hanya iseng / usil sebagaimana usilnya orang-orang bodoh kepada orang-orang yang melintas di jalan."
📚 Majmu'ul Fatawa (13/82)
di share oleh ustadz asmon nurijal