Disebutkan dalam Syarh Riyadhussholihin Ibnu Utsaimin Rahimahullah bahwa ada :
4 tingkatan sikap seorang menghadapi musibah/ujian:
1. Marah/Murka
2. Sabar
3. Ridho
4. Bersyukur
Jadi teringat kajian yang pernah dibawakan oleh Ustadz Abdullah Zaen, MA Hafidzahullah Ta’ala, konon diceritakan ada seorang raja dan penasehat pribadinya.
Pensehat pribadi ini seorang yang bijak dan mempunyai ciri khas dalam nasihatnya, yaitu selalu menyampaikan rasa syukur atas kejadian yang dialami. Karena takdir dari Allah bagi orang yang beriman itu pasti berbuah kebaikan.
Suatu ketika sang raja ini kecelakaan sehingga harus kehilangan beberapa jarinya (putus), maka sang raja minta nasihat kepada penasehatnya; “Bersyukurlah, karena itu akan membawa kebaikan.” Ucap sang penasehat.
Sang rajapun marah, dalam kondisi kesakitan dan kehilangan jari masak iya disuruh bersyukur. Menurutnya ini adalah hal konyol.
Akhirnya karena sang raja marah, penasehatnya pun dipenjara. Akhirnya diganti dengan penasehat yang lain.
Ketika situasi sudah membaik, sang raja yang sejak lama punya hobi berburu mengajak penasehat yang baru dan beberapa temannya untuk berburu di hutan.
Ternyata ia terlalu dalam masuk ke hutannya. Di dalam hutan tersebut ada manusia primitif yang suka menumbalkan manusia, sang rajapun ditangkap dan beberapa yang ikut serta. Merekapun disandra terlebih dahulu.
Syarat untuk bisa menjadi tumbal adalah sempurna, tidak boleh cacat. Karena sang raja cacat (jari-jarinya putus) maka ia pun selamat, sedangkan yang lain tidak selamat.
Dan ia teringat nasihat dari penasehatnya, bahwa aku harus bersyukur karena jari-ku putus. Ternyata memang benar itu bisa menyelamatkanku dari maut.
Akhirnya sang raja menemui penasehatnya itu seraya berterima kasih, akhirnya penasehatnya bebas dari penjara.
Sang rajapun bertanya penasaran, “Kamu kan kemaren saya penjara lalu kamu bersyukur atas itu, memang apa hikmahnya?”
Sang penasehat raja mengatakan, “Kalau aku tidak dipenjara maka aku akan ikut kamu ke hutan dan aku akan mati jadi tumbal manusia primitif. Alhamdulillah karena saya dipenjara jadi saya tidak ikut dan saya selamat”.
Oh ya juga ya.
Rasulullah salallahu alaihissalam bersabda :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا
“Semua urusan orang yang beriman itu mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya." HR Muslim
Abu Yusuf Akhmad Ja’far