ما أكثر ما أسمع الشيخ الألباني رحمة الله عليه في تسجيلاته وكتبه يدندن هذا المثل : إن البغاث بأرضنا يستنثر
وهناك مثل آخر في نفس المعنى: تزبب قبل أن يتخصرم
رحم الله امرأ عرف قدر نفسه حتى يعرف قدر غيره
Ust gunawan guntur
Penjelasan Ungkapan
Syaikh Al-Albani
1. Pepatah Pertama: "إن البغاث بأرضنا يستنثر"
Terjemahan Harfiah: "Sesungguhnya burung-burung kecil (lemah) di tanah kami berlagak seperti burung pemangsa (elang)."
Makna dan Konteks:
Syaikh Al-Albani sering menggunakan pepatah ini untuk menyindir orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki ilmu yang mumpuni (orang rendahan/lemah dalam ilmu), namun berani menonjolkan diri, berfatwa, atau merasa setara dengan para ulama besar.
Baghath (البغاث): Adalah jenis burung kecil yang lemah dan tidak bisa berburu.
Yastanthir (يستنثر): Menjadi seperti burung Nisr (burung nasar/elang) yang kuat dan pemangsa.
2. Pepatah Kedua: "تزبب sebelum أن يتخصرم"
Terjemahan Harfiah: "Ia sudah menjadi kismis sebelum sempat menjadi anggur muda (hijau/masam)."
Makna dan Konteks:
Ini adalah sindiran bagi orang yang merasa sudah menjadi "guru" atau "ahli" padahal ia belum melewati tahapan-tahapan belajar yang seharusnya.
Tazabbab (تزبب): Menjadi kismis (tahap akhir/matang dari anggur).
Yatakhashram (يتخصرم): Menjadi khashram (tahap awal anggur saat masih hijau dan masam).
Maksudnya: Seseorang yang ingin langsung dianggap sebagai ulama besar (kismis) padahal pondasi ilmunya saja belum terbentuk (belum melewati fase anggur muda).
3. Kalimat Penutup: "رحم الله امرأ عرف قدر نفسه حتى يعرف قدر غيره"
Terjemahan: "Semoga Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar (kemampuan/batasan) dirinya sendiri, sehingga ia pun bisa menghargai kadar (kemuliaan) orang lain."
Makna:
Ini adalah nasihat tentang kerendahan hati (tawadhu). Jika seseorang sadar seberapa jauh kapasitas ilmunya, dia tidak akan sombong dan tidak akan merendahkan para ulama yang jauh lebih berilmu darinya.
Ringkasan
Secara keseluruhan, Syaikh Al-Albani menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu dan bahayanya sikap merasa pintar (al-ghurur). Beliau mengingatkan agar penuntut ilmu tidak terburu-buru ingin tampil di depan sebelum benar-benar matang dalam disiplin ilmunya.