Tadi malam kami menghadiri walimah salah satu kawan kami - Semoga Allah berkahi pernikahannya-, turut hadir dalam walimah itu Syaikh Prof. Dr. Muhammad Bukhait Al-Hujaily Hafidzahullah Ta’ala, salah satu Imam dan Khatib di Masjid Quba serta dosen di Fakultas Hadist Universitas Islam Madinah. (Saya pribadi pernah belajar Ilal Tirmidzi dengan beliau di dalam Dauroh yang diadakan oleh kampus)
Salah satu faidah yang kami dengar di sela-sela beliau makan, dan faidah ini diterjemahkan oleh Ustadz Dr. Ariful Bahri, MA untuk para undangan.
Intinya beliau berbicara tentang permasalahan rumah tangga, karena momennya sedang walimah.
Beliau bercerita, suatu ketika pernah ceramah di salah satu desa di Arab Saudi, agenda rutin safari dakwah tahunan dari pemerintah ke desa-desa terpencil (suku badui).
Syaikh menyampaikan bahwasanya kita tidak boleh bermudah-mudah memukul istri, kalaupun terpaksa memukul maka pukullah dengan menggunakan siwak (artinya pukulan cinta, bukan pukulan amarah)
Lalu setelah kajian, syaikh didatangi oleh salah seorang “suami”, ia berkata : “ Wahai syaikh kenapa kamu bilang tidak boleh memukul istri, sedangkan kebiasaan saya memukul istri dengan kayu sebesar tangan saya”.
Lalu dengan lemah lembut syaikh menjelaskan, “Jika kamu punya anak perempuan lalu kamu tahu anakmu itu dipukul menggunakan kayu oleh suaminya, apa yang akan kamu lakukan?” Ia menjawab :”Akan aku patahkan tangannya”.
“Nah, Jika sang ayah dari Istrimu tahu bahwa kamu suka memukuli anaknya, tangan kamu juga akan dipatahkan olehnya” Jawab Syaikh.
Pada tahun berikutnya, sejak dialog itu ia berubah menjadi suami yang baik tidak lagi memukul istrinya.
Faidah yang bisa kita petik adalah
- Suku Badui memang dikenal keras, dan itu sudah sejak dulu. Dahulu, ketika Nabi mencium cucunya maka orang badui heran, karena itu tidak pernah ia lakukan ke anak-anaknya, saking sakleknya.
- Dakwah dengan lemah lembut bisa menjadi wasilah hidayah
- Terkadang orang-orang awam itu tidak perlu banyak dalil, namun bisa diajak berfikir dengan logika sederhana seperti kisah di atas, dan ini pernah dilakukan Rasulullah tentang seorang yang ingin berzina.
- Daerah terpencil juga perlu sentuhan dakwah, perlunya sinergi antara para dai dan pemerintah.
Semoga bermanfaat
Jazakumullah khair wa Barakallah fikum
Abu Yusuf Akhmad Ja’far