Kamis, 08 Januari 2026

Rumah-Rumah Istri Nabi ﷺ

Rumah-Rumah Istri Nabi ﷺ

Ada sekian riwayat yg menjelaskan posisi rumah istri-istri Nabi. Setelah mendiskusikan riwayat-riwayat itu, Syeikg Dr. Muhammad Ilyas dalam buku beliau (بيوت الصحابة) di akhir merojihkan shuroh seperti yg di gambar.

Rumah-rumah ini sederhana, hanya terbuat dari bata dan pelepah kurma, dengan ukuran panjang sekitar 5 m dan lebar 3,5 m. Sebagai gambaran, rumah ini lebih kecil dari tipe rumah subsidi standar di Indonesia (tipe 21).

Hasan al-Bahsri menceritakan, "saya pernah masuk ke rumah istri Nabi saat saya masih muda, tangan saya bisa menyentuh langit-langit rumahnya. Rumah itu sederhana, hanya ada satu kamar dalam satu rumah"

Semua istri Nabi ikut bagaimana hidupnya Nabi yg penuh ketawadhuan. Nabi ﷺ bisa saja membuatkan mereka masing-masing rumah bak istana, tapi Nabi tidak ingin itu.

Ketika rumah-rumah istri Nabi ini dihancurkan untuk perluasan masjid di masa Umar bin Abdul Aziz, Said bin al-Musayyib mengatakan,

والله لوددتُ أنهم تركوها على حالها، وينشأ ناشئ من المدينة ويقدم قادم من الآفاق، فيرى ما اكتفى به رسول الله صلى الله عليه وسلم في حياته، ويكون ذلك مما يزهد الناس في التكاثر والتفاخر بها

"Demi Allah, saya sangat berharap jika mereka membiarkan rumah-rumah Nabi ini seperti aslinya, sehingga orang yg datang dari segala penjuru ke Madinah bisa melihat dengan apa Nabi mencukupkan diri untuk hidup di dunia ini. Dan itu bisa menjadikan manusia lebih zuhud, tidak berbanyak-banyak dan berbangga-bangga dengan dunia"

[بيوت الصحابة للدكتور محمد إلياس عبد الغني]
__

Di rumah Sayyidah Aisyah ini Nabi ﷺ wafat, di sana beliau dimakamkan.

رضي الله عن جميع إمهات المسلمين
Ustadz amru