Selasa, 13 Januari 2026

MELIHAT NABI ﷺ DALAM KONDISI TERJAGA ?

MELIHAT NABI ﷺ DALAM KONDISI TERJAGA ?

Pertanyaan:
Apakah Nabi ﷺ menampakkan diri dalam mimpi kepada sebagian orang? Maksudnya, mereka melihat beliau dalam mimpi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ menemui gurunya dalam keadaan terjaga, bukan sedang tidur. Apakah hal ini benar?

Jawaban:
Tidak benar bahwa Nabi ﷺ dilihat dalam keadaan terjaga. Nabi ﷺ telah wafat, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan wafat dan mereka pun akan wafat.” (QS. Az-Zumar: 30)

Beliau ﷺ telah wafat berdasarkan kesepakatan seluruh kaum muslimin. Beliau berada di tempat yang paling tinggi (ʿIlliyyīn) di surga, sementara jasad beliau berada di bumi, dimakamkan di rumah beliau, yaitu di rumah ‘Aisyah رضي الله عنها.

Adapun melihat Nabi ﷺ dalam mimpi, maka hal itu benar. Nabi ﷺ bersabda:

من رآني في المنام؛ فقد رآني، فإن الشيطان لا يتمثل في صورتي

“Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupai rupaku.”

Jika seseorang melihat Nabi ﷺ dalam mimpi sesuai dengan sifat beliau yang sebenarnya, bertubuh sedang (tidak terlalu tinggi dan tidak pendek), termasuk manusia yang paling indah rupanya, kulitnya putih kemerah-merahan, janggutnya lebat, maka sungguh ia telah melihat Nabi ﷺ.

Namun jika seseorang melihat sosok yang tidak berjanggut, atau berjanggut putih seluruhnya, atau bertubuh pendek, atau berkulit hitam, maka itu bukan Nabi ﷺ, karena beliau bersabda: “Setan tidak dapat menyerupai rupaku.”
Adapun setan bisa menyerupai berbagai rupa, lalu mengaku sebagai Nabi ﷺ untuk menyesatkan manusia dan menipu mereka dengan kebatilan yang ia sampaikan.

Jika dalam mimpi seseorang melihat sosok yang mengaku sebagai Nabi ﷺ lalu memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan syariat, maka ketahuilah bahwa itu adalah setan. Misalnya ia mengatakan: tidak mengapa berzina, tidak mengapa durhaka kepada orang tua, tidak mengapa riba, mencuri, atau perbuatan lain yang bertentangan dengan syariat. Maka yakinlah bahwa itu adalah setan.

Karena Rasulullah ﷺ tidak pernah memerintahkan keburukan, tidak memerintahkan perbuatan keji, dan tidak melarang kebaikan. Beliau ﷺ hanya memerintahkan kebenaran dan kebaikan.

https://binbaz.org.sa/fatwas/15101/الرد-على-من-يقول-بروية-النبي-ﷺ-يقظة

Kesimpulan:
 1. Nabi ﷺ tidak mungkin dilihat dalam keadaan terjaga, karena beliau telah wafat berdasarkan Al-Qur’an dan ijma’ kaum muslimin.
 2. Nabi ﷺ bisa dilihat dalam mimpi, dan itu benar jika sesuai dengan sifat fisik beliau yang asli.
 3. Setan tidak dapat menyerupai rupa Nabi ﷺ, tetapi bisa menyerupai rupa lain lalu mengaku sebagai Nabi ﷺ.
 4. Jika dalam mimpi ada yang mengaku Nabi ﷺ memerintahkan sesuatu yang menyelisihi syariat, maka itu pasti setan, bukan Nabi ﷺ.
Ustadz didik suyadi 
Di share oleh uatadz yulian purnama