Senin, 12 Januari 2026

Permasalahan-permasalahan fikih yang pada perkara tersebut Imam asy-Syafi‘i melakukan Istikharah kepada Allah.”

Judul buku dibawah kalau di terjemahkan kurang lebih seperti ini:
"Permasalahan-permasalahan fikih yang pada perkara tersebut Imam asy-Syafi‘i melakukan Istikharah kepada Allah.”

Ya, benar! 
Sang imam yang hebat itu pun meminta ilmu kepada Allah. Ia tidak bersandar dan bergantung pada kecerdasan dan kedalaman ilmunya. Padahal beliau adalah imam dan lautan ilmu dalam al Quran, Sunnah, Aqidah, fikih, serta beliau adalah Hujjah dalam bahasa Arab. Beliau menghafal al Muwaththa' Imam Malik dalam waktu yang singkat. Memiliki ketajaman firasat dan kuatnya hafalan. Bahasanya fasih, kepiawaiannya tersebut, dan akalnya dijadikan sebagai simbol dan lambang dari kecerdasan.

Diantara faidah dari judul buku diatas adalah:
1. Istikharah tidak hanya dalam urusan dunia. Tapi juga dalam masalah ilmu dan ijtihad. Terutama disaat dalil tampak sama kuat atau arah pendapat belum tampak dengan jelas. Diantara para imam yang juga beristikharah dalam permasalahan ilmiah adalah Imam al Bukhari. Tidaklah beliau menulis dan meletakkan Hadits dalam Shahihnya, melainkan beliau beristikharah sebelumnya. 
2. Menjadikan Allah sebagai pihak pertama yang dicari dan dituju dalam permasalahan ilmu. Karena ilmu adalah petunjuk dan cahaya dari Allah. Ia berikan kepada siapa yang Ia kehendaki dan Ia halangi dari siapa yang Ia kehendaki. 
3. Kecerdasan akalmu dan banyaknya kitabmu tidak menjamin engkau mendapatkan serta meraih ilmu. 
4. Teladan bagi setiap penuntut ilmu dan para du'at agar tidak tergesa gesa didalam berfatwa, berani mengatakan 'aku tidak tahu!', dan memohon petunjuk kepada Allah jika ragu meski sudha berusaha dengan maksimal. 
5. Kebenaran mutlak hanyalah milik Allah. Setinggi apapun keilmuan seseorang, pasti sedikit banyaknya ia melakukan kesilapan dan kesalahan. Bahkan pasti terjatuh didalam kekeliruan didalam berpendapat dan memahami dalil. Namun itu semua tidak didasari unsur kesengajaan. Karena tidak ada satupun para imam yang pendapat mereka diikuti menyengajakan diri untuk menyelisihi nash dan dalil.
6. Fikih tidak hanya sekadar kaedah ibadah tanpa ada ruh padanya. Tapi fikih mencakup ibadah hati dan amal ilmiah. Sehingga istikharah menujukkan keterkaitan antara fikih dengan amal. 

Wallahu a'lam
🖋️ Abu Ibrahim Yami Cahyanto