Rabu, 14 Januari 2026

Maka siapa saja yang tidak mengimani hal itu (melihat Allah Ta‘ala di akhirat) dan tidak mengharapkannya, ia termasuk golongan orang-orang yang terhalang dari melihat-Nya pada hari kiamat kelak.

Maka siapa saja yang tidak mengimani hal itu (melihat Allah Ta‘ala di akhirat) dan tidak mengharapkannya, ia termasuk golongan orang-orang yang terhalang dari melihat-Nya pada hari kiamat kelak. Mereka adalah orang-orang yang difirmankan oleh Allah Ta’ala: 'Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.' (QS. Al-Muthaffifin: 15).

Hal ini dikarenakan ada sebuah kaidah: Barangsiapa yang mendustakan suatu keutamaan, maka ia tidak akan mendapatkannya. Dan sungguh, kaum Jahmiyyah telah mendustakan keutamaan ini dengan pendustaan yang sangat nyata.

​________

​Diriwayatkan oleh Hannad dalam kitab az-Zuhd (189) dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 

Barangsiapa yang mendustakan adanya Syafa’at, maka ia tidak akan mendapatkan bagian darinya. Dan barangsiapa yang mendustakan adanya al-Haudh (telaga Nabi), maka ia tidak akan mendapatkan bagian dari telaga tersebut.' Sanad riwayat ini shahih.

📝 Naqdh al-Imam Abi Said Utsman bin Said 'ala al-Marisi al-Jahmi al-'Anid, hal. 77
urn