๐Kemarin ketika membahas hadits Abu Sufyan radhiyallahu 'anhu saat beliau bersama kafilah Quraisy menghadap Heraclius di Baitul Maqdis, kami tiba di bagian percakapan Heraclius dengan para ajudannya:
ูู
ู ูุฎุชุชู ู
ู ูุฐู ุงูุฃู
ุฉ؟ ูุงููุง: ููุณ ูุฎุชุชู ุฅูุง ุงููููุฏ، ููุง ููู
ูู ุดุฃููู
، ูุงูุชุจ ุฅูู ู
ุฏุงุฆู ู
ููู، ูููุชููุง ู
ู ูููู
ู
ู ุงููููุฏ
Pada lafadz (ููุง ููู
ูู ุดุฃููู
) Syaikh menjelaskan bahwa: "Dari zaman dahulu bangsa Yahudi itu memang tidak memiliki kekuasaan. Semoga nantinya tanah yang mereka rampas ini akan dikembalikan kepada kaum muslimin."
๐Benar. Bangsa yang satu ini dari dahulu memang hidup terlunta-lunta di bawah kekuasaan bangsa lain. Dijajah, dijadikan budak, diusir, dibunuhi akibat ulah mereka sendiri (sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur'an) hingga akhirnya mereka menggunakan makar dan tipu muslihat untuk merampas tanah Filasthin dari kaum muslimin.
|| Faedah kajian Mukhtashar Shahih al-Bukhari karya Imam az-Zabidi, oleh Syaikh Dr. Khalid al-Musyaiqih hafizhahullah, Jami' Hamad al-Balawi, Kota Madinah.
Ustadz muhammad taufiq