MAGHRUR (TERTIPU OLEH DIRINYA)
Kebiasaan pendekar turun gunung; melihat dirinya berada di atas puncak gunung, padahal dia hanyalah seekor katak dalam tempurung.
Merasa paling tinggi, krn tak pernah melihat yg lebih tinggi. Merasa paling berilmu, karen tak pernah menyadari betapa luasnya samudra ilmu. Menganggap orang lain kecil, padahal cakrawala pandangnya sendiri yang sempit dan kerdil.
Sungguh, di antara musibah terbesar seorang penuntut ilmu adalah ketika sedikitnya ilmu membuatnya merasa telah mengetahui segalanya. Semakin dangkal ilmunya, semakin tinggi pengakuannya. Semakin luas ilmunya, semakin besar kesadarannya akan kebodohan dirinya.
Kata orang Jawa: “koyo cacing nguntal kelopo”
Ungkapan sindiran terhadap seseorang yang kemampuannya kecil, tetapi keinginan atau ambisinya terlampau besar, jauh melampaui kapasitas dirinya.
Yang lama2 udah pada bertaubat, sekarang datang lagi, seorang pemula yg tak tau malu, mengumbar kekurangan ilmunya dan menyingkap sendiri akan kerdilnya wawasannya. Dg penuh bangga menempatkan seolah dirinya paling paham manhaj.
Biarkan waktu menjawab, seorang penyair berkata:
سَتُبْدِي لَكَ الْأَيَّامُ مَا كُنْتَ جَاهِلًا
وَيَأْتِيكَ بِالْأَخْبَارِ مَنْ لَمْ تُزَوِّدِ
“Kelak hari-hari akan menyingkapkan kepadamu apa yang sebelumnya tidak engkau ketahui.
Dan berita-berita akan datang kepadamu melalui orang yang tidak pernah engkau bekali untuk mencari berita.
Uff