Keunikan sudut pandang Syeikh Al Albani rahimahullah.
Ditanya perihal menggunakan hak suara pada pemilu, beliau menjawab:
الشيخ : إذا كان هناك أحزاب مختلفة منها إسلامية ومنها ليس إسلامية حينئذٍ يجوز التصويت ليس لأن التصويت ولأن الانتخابات سبل شرعية ، وإنما يجوز التصويت من باب دفع الشر الأكبر بالشر الأصغر اسمع يا شيخ بنشوف أخانا فهم جوابي أم لا فهمت الجواب ؟
Kalau ada partai-partai yang berbeda beda, ada partai Islam dan ada pula partai yang bukan Islam, pada kondisi itu boleh menggunakan hak suara untuk memilih, bukan karena memilih atau karena pemilu itu cara yang sesuai syari'at, tapi boleh memilih sebagai cara mencegah keburukan yang lebih besar dengan keburukan yang lebih kecil. Dengar baik baik wahai Syaikh, kita lihat apakah saudara kita mengerti jawabanku atau tidak. Apakah engkau dapat mengerti jawaban pertanyaanmu?
Namun demikian pada saat yang sama beliau berkata:
وأزيد بيانا لا ننصح مسلمًا أن يرشح نفسه ليكون نائبًا في البرلمان لأنه من حيث العاقبة والخاتمة وإنما الأعمال بالخواتيم سيكون بدل أن يكون نائبًا أن يكون نائبة .
Saya ingin menambahkan penjelasan bahwa kami tidak menyarankan seorang muslim untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen karena perteimbangan dampak dan akhir dari posisinya, karena nilai suatu pekerjaan ditentukan oleh kondisi pada akhirnya, alih-alih menjadi deputi/penentu kebijakan, yang terjadi dia sekedar menjadi pelaksana (tukang stempel saja).
Monggo didiskusikan bila berselera.
https://www.al-albany.com/audios/content/149552/%D9%87%D9%84-%D9%8A%D8%AC%D9%88%D8%B2-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%B5%D9%88%D9%8A%D8%AA-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AA%D8%AE%D8%A7%D8%A8%D8%A7%D8%AA?fbclid=IwdGRjcAUycgljbGNrBTJyCGV4dG4DYWVtAjExAHBkb2YFc3J0YwZhcHBfaWQMMzUwNjg1NTMxNzI4AAEepkKB29E7et20nRcs6ri5tM901VT6q5ziFZU-NEoH6rO0gM9rETaTGDmLsHs_aem_hLQrBP2hLFkPyJE6J8Bcuw